Kediri (beritajatim.com) – Siswa-siswi SDN 2 Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri tampak semringah menaruh harapan besar pada bibit pohon trembesi yang mereka tanam. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri yang sedang melakukan kegiatan bakti sosial, Rabu (15/1/2025).
Para siswa tersebut sangat antusias menanami tebing di sekitar sekolah yang berada di lereng Gunung Wilis dengan pohon trembesi. Hal itu dilakukan untuk pencegahan longsor sekaligus menjadi nafas kehidupan di bumi.
Bibit pohon trembesi didatangkan langsung dari Yayasan Langkah Bumi Indonesia (Labunesia) yang memang sedang konsentrasi mengembangkan bibit trembesi dalam rangka merawat lingkungan hidup.
Ketua Pelaksana Bakti Sosial Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri, M Irman Sayuti Senaja, menjelaskan jika kegiatan tanam pohon bersama para siswa ini merupakan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang digelar selama 10 hari di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
“Bakti Sosial yang dilangsungkan pada tanggal 6 sampai 16 Januari mendatang. Hari ini peserta bakti sosial di pos 3 melakukan edukasi serta langkah kongkret untuk tetap mencintai dan merawat lingkungan, seperti halnya mencintai dan merawat Ibu sendiri,” jelasnya.
Anggota Yayasan Labunesia, Akbar Firdaus, turut hadir memberikan edukasi kepada para siswa terkait pentingnya menjaga lingkungan dan menanam pohon.
Pihaknya membawa jargon ‘satu pohon seribu kehidupan’ untuk menyebut pohon trembesi yang mereka tanam bersama siswa.
“Kita memilih pohon trembesi untuk ditanam, lantaran fungsi pohon atau pohon trembesi yang amat sentral bagi ekosistem dan lingkungan hidup,” terangnya.
Banyak peneliti mengatakan pohon trembesi dewasa dapat menyerap 28,5 ton karbon dioksida. Jauh melampaui kemampuan pohon-pohon biasa yang hanya mampu menyerap karbon sebesar satu ton selama 20 tahun masa hidupnya.
“Akarnya menjaga struktur tanah dan serapan air hujan, lalu dahan-ranting sebagai rumah bagi sekelompok burung, serangga dan hewan kecil,” tambahnya.
Kegiatan menanam pohon ini penting dilakukan untuk memberi wawasan kepada siswa sejak dini. “Agar kelak, mereka tumbuh dan berkembang punya tanggung jawab, bersahabat dengan lingkungan hidupnya, dan tidak jadi perusak bumi,” tutup Akbar. [ian]






