Magetan (beritajatim.com) – Jamaah haji asal Desa Pingkuk Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan meninggal dunia pada Kamis (29/6/2023). Pria itu adalah Sadirun Kerso Rejo (70). Lenasia itu sempat terpisah dari rombongan saat lempar jumroh dan ditemukan petugas saat sudah dalam kondisi kritis.
Aziz Santoso, Kepala Desa Pingkuk membenarkan jika jamaah haji yang meninggal itu adalah warganya. Dari kabar yang diterimanya dari Arab Saudi pada pukul 07.00 WIB tadi pagi, Sadirun sempat terpisah dari rombongan saat lempar jumroh.
“Setelah ditemukan petugas pada pukul 16.00 WIB waktu Arab Saudi, almarhum sempat dirawat. Namun, almarhum wafat setelah mendapatkan perawatan,” kata Aziz, Kamis (29/6/2023)
Aziz mengatakan, dari keterangan keluarga, Sadirun memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, beberapa tahun belakangan sudah tidak kambuh. Saat pemeriksaan kesehatan dinyatakan mampu untuk menjalankan ibadah haji.
“Ya memang punya riwayat penyakit. Namun, belakangan tidak kambuh. Almarhum berangkat haji sendiri, ada saudara tapi beda rombongan. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan almarhum yang dimakamkan di Tanah Suci,” kata Aziz.
Baca Juga: Gagal Jantung, Jemaah Haji Usia 94 Tahun Asal Magetan Wafat di Tanah Suci
Terpisah, Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Magetan, Imam Subakti. Almarhum sebelumnya sempat terpisah dari rombongan saat lempar jumroh.
“Betul, satu lagu jamaah kita asal desa Pingkuk Bendo meninggal dunia. Almarhum terpisah dari rombongan saat mau berangkat lempar jumroh di Mina sekitar pukul 16.00 sebelum akhirnya ditemukan tim PPIH sudah dalam keadaan kritis. Hingga akhirnya wafat,” kata Imam melalui sambungan telepon.
Total hingga hari ini sudah ada 3 jamaah haji asal Kabupaten Magetan yang wafat. Dua orang di kloter 14 dan satu orang lagi dari kloter di 13.
“Kami seluruh panitia haji dan Kemenag Magetan turut berduka cita, Semoga almarhum diberikan khusnul khotimah dan ahlul Jannah,” pungkasnya. [fiq/ted]






