Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat menimbulkan kepanikan warga, semburan gas yang muncul di aliran Sungai Kebon Agung, kawasan Rungkut Yakaya, Kota Surabaya, kini dinyatakan berhenti total. Meski demikian, tim gabungan dari BPBD Surabaya, Pertamina Gas Negara (PGN), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap melakukan pemantauan intensif selama 1×24 jam untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Dalam akun resmi Call 112 Surabaya, dijelaskan bahwa pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi tekanan gas susulan.
“Semburan Gas Berhenti, Tapi Pantauan Belum Usai. Setelah semburan gas di Sungai Kebon Agung Yakaya berhasil dihentikan total, pagi ini BPBD Kota Surabaya bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan total selama 1 x 24 jam,” tulis akun (et) call112surabaya, dalam unggahan di Instagram, Sabtu (18/10/2025).
Selain fokus pada pemantauan, petugas gabungan juga melaksanakan kerja bakti di area sungai. Mereka membersihkan sampah, rumput liar, dan sedimen yang dikhawatirkan menghambat aliran air atau menutup titik keluarnya gas.
Selain memastikan kondisi benar-benar aman, petugas juga melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah dan tanaman liar di sekitar aliran sungai,” imbuhnya.
Di sisi lain, sosialisasi kepada warga sekitar juga terus dilakukan. Petugas mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik jika melihat aktivitas pemeriksaan oleh petugas di lapangan.
“Tak hanya itu, dilakukan pula sosialisasi kepada warga sekitar agar tetap tenang dan tidak panik jika melihat aktivitas petugas di lapangan. Situasi saat ini terkendali namun, tim terus bersiaga untuk memastikan tidak ada potensi semburan,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi semburan gas telah terkendali. Tim gabungan pun masih berjaga dan melakukan observasi lanjutan dan memastikan area benar-benar steril dari potensi kebocoran.
Sebelumnya, semburan gas misterius sempat muncul di Sungai Rungkut Madya Utara, Gunung Anyar, Surabaya, pada Kamis (16/10/2025) siang. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran pipa gas milik Pertamina Gas Negara (PGN). [fyi/beq]






