Lumajang (beritajatim.com) – Semarak tradisi karapan kerbau mewarnai momen penyambutan musim tanam di Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang, Senin (1/7/2024).
Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur para petani atas panen melimpah dan doa untuk kelancaran musim tanam selanjutnya.
Arena persawahan yang biasanya ditanami padi berubah menjadi arena balap berlumpur, di mana para kerbau gagah saling beradu kecepatan.
Sebanyak 50 peserta dari lima kecamatan di Lumajang, yaitu Sukodono, Jatiroto, Rowokangkung, Tekung, dan Randu Agung, turut memeriahkan tradisi tahunan ini.
Menurut Ketua Penyelenggara Karapan Kerbau Desa Sumberejo, Suwono, tradisi ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga dipercaya dapat menyuburkan tanah sawah.
“Area sawah yang menjadi arena balap ini akan mengalami proses pembajakan alami oleh kerbau, sehingga tanahnya menjadi lebih subur,” jelas Suwono.
Lebih lanjut, Suwono menjelaskan bahwa agenda karapan kerbau ini telah berlangsung sejak tiga hari sebelumnya. Sebanyak 12 pemenang akan dikategorikan dari A satu hingga A enam.
“Selain itu, ada juga kategori B satu hingga B enam dari keseluruhan peserta yang telah melalui proses seleksi,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia karapan kerbau Lumajang, Liaman, mengungkapkan bahwa para pemilik kerbau telah mempersiapkan ramuan khusus dari telur dan madu untuk meningkatkan stamina kerbau mereka.
“Total ada 100 kerbau yang dipakai dari 50 peserta yang bertanding sejak hari pertama,” ungkap Liaman. [vid/suf]






