Lumajang (beritajatim.com) – Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang yang bekerja di luar negeri mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.
Hal ini diungkapkan oleh Kabid Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lumajang, Hanum Mubarokah, pada Selasa (25/6/2024).
“Pada tahun 2021, terdapat 100 PMI yang berangkat ke luar negeri. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 439 orang di tahun 2022, dan 563 orang di tahun 2023. Sedangkan untuk tahun 2024, hingga bulan Mei lalu, sudah ada 250 PMI yang diberangkatkan,” terang Hanum.
Peningkatan ini, menurut Hanum, dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mulai meredanya pandemi Covid-19 yang sebelumnya menyebabkan pembatasan mobilitas dan penundaan pemberangkatan PMI.
“Pada tahun 2021, memang jumlah PMI yang berangkat tidak begitu banyak karena bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19. Namun, sejak tahun 2022, jumlahnya terus meningkat,” jelas Hanum.
Kecamatan Tempursari di Kabupaten Lumajang menjadi wilayah dengan jumlah PMI terbanyak yang diberangkatkan ke luar negeri. Mayoritas PMI asal Tempursari bekerja di sektor formal dengan mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku.
“PMI Lumajang yang bekerja di luar negeri, khususnya di Kecamatan Tempursari, semuanya berangkat secara legal dan sesuai dengan prosedur,” tegas Hanum.
Negara tujuan utama para PMI asal Lumajang adalah Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, dan Polandia.
Meskipun jumlah PMI yang berangkat ke luar negeri terus meningkat, Hanum menghimbau agar para calon PMI selalu waspada terhadap calo atau perekrut ilegal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar selalu menggunakan jasa agen penempatan yang resmi dan terdaftar di Disnakertrans,” pesan Hanum. [ian]






