Surabaya (beritajatim.com) – Atmosfer historis kawasan Kota Tua Surabaya menjadi saksi keberangkatan ratusan pemudik dalam program “Mudik Aman 2026 Berbagi Harapan” yang diinisiasi oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Selasa (17/3/2026). Anak perusahaan BUMN ini resmi melepas 10 armada bus guna memfasilitasi masyarakat merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan secara kolektif dalam grup besar, tahun ini SGN menunjukkan taji kemandiriannya. Plt. Direktur Utama PT SGN, Hariyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini dikelola sepenuhnya secara mandiri dengan jangkauan rute yang lebih luas.
“Tahun lalu kami bergerak bersama grup, namun tahun ini SGN mampu menyelenggarakan secara mandiri. Kami menyiapkan 10 armada bus untuk sekitar 400 peserta dengan enam kota tujuan utama,” ujar Hariyanto di sela-sela prosesi pelepasan.
Enam rute utama tersebut meliputi Banyuwangi, Blitar, Pacitan, Yogyakarta, Semarang, hingga Jakarta. Hariyanto menambahkan, Yogyakarta dan Banyuwangi tetap menjadi destinasi favorit dengan jumlah peminat terbanyak tahun ini.
Pemilihan Kota Tua Surabaya sebagai titik keberangkatan bukan tanpa alasan. Menurut Hariyanto, lokasi ini menyimbolkan dua nilai krusial: pusat ekonomi masa lalu dan medan perjuangan Arek-arek Suroboyo.
“Lokasi ini menyimbolkan semangat sekaligus kemandirian. Kami ingin semangat itu terbawa oleh para pemudik saat kembali ke daerah asal,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SGN memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan. Tak hanya sekadar transportasi, peserta juga dibekali dengan.
* Tenaga Medis: Pendampingan kesehatan selama perjalanan.
* Logistik: Bekal perjalanan dan goodie bag berisi produk perusahaan.
* Fleksibilitas: Peserta diperbolehkan turun di titik lintasan sebelum kota tujuan (misalnya turun di Salatiga untuk rute Semarang).
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, mengapresiasi langkah SGN. Ia menilai inisiatif korporasi sangat membantu pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas dan menjamin keselamatan warga.
“Mudik adalah tradisi kebahagiaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung sinergi ini. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan rakyatnya pulang dengan aman, tertib, dan nyaman,” kata Heru.
Salah satu peserta, Aliyah, warga Sawahan, mengaku antusias mengikuti program ini untuk kedua kalinya.
“Saya mudik ke Bantul bersama anak dan suami. Seru karena berangkat bareng-bareng dan koordinasinya jelas sejak awal puasa,” ungkapnya puas.[rea]







