Surabaya (beritajatim.com)- Program Beasiswa Ta’lim ‘Atiq Maroko yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah resmi menuntaskan seleksi wawancara tahap pertamabeasiswa. Dari ratusan peserta yang mendaftar, sebanyak 40 santri terbaik berhasil melangkah ke tahap berikutnya.
Seleksi awal ini diikuti oleh 101 peserta yang sebelumnya lolos administrasi. Para peserta tersebut berasal dari 325 pesantren di berbagai wilayah Indonesia, menunjukkan tingginya antusiasme santri terhadap program beasiswa luar negeri ini.
Keputusan kelulusan ditetapkan melalui Surat Keputusan RMI PBNU Nomor: 139/PB.04/A.II.01.70/9/03/2026 yang ditandatangani oleh Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev dan Sekretaris RMI PBNU, H Ulun Nuha.
Seleksi Ketat, Utamakan Kualitas Santri
[irp posts=”1488966″ ]
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Penilaian sepenuhnya didasarkan pada kemampuan peserta, bukan faktor lain di luar kompetensi.
Ia juga menyebut pesan dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, agar program beasiswa benar-benar diberikan kepada santri yang layak secara akademik dan kapasitas diri.
Sementara itu, Sekretaris RMI PBNU Ulun Nuha menjelaskan bahwa program ini memang memiliki segmentasi khusus, yakni diperuntukkan bagi santri Nahdlatul Ulama yang menempuh pendidikan di pesantren berbasis NU.
Lanjut ke Inkubasi dan Ujian Muqabalah
Seleksi wawancara tahap pertama telah digelar secara daring pada 28 Februari 2026. Dari hasil penilaian, panitia menetapkan:
40 peserta lolos ke tahap berikutnya
10 peserta sebagai cadangan
Peserta yang lolos akan mengikuti tahap lanjutan berupa pemberkasan serta program inkubasi. Program ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Inkubasi bertujuan mempersiapkan peserta menghadapi ujian muqabalah yang akan dilaksanakan oleh pihak Wizarotul Awqaf Maroko. Selama proses ini, peserta akan mendapatkan pembinaan intensif, mulai dari kesiapan akademik, kemampuan bahasa, hingga penguatan mental.
Menariknya, seluruh biaya selama program inkubasi ditanggung penuh oleh PBNU, sehingga peserta dapat fokus mempersiapkan diri tanpa beban finansial.
Apresiasi untuk Peserta
Panitia seleksi RMI PBNU juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi. Ucapan selamat diberikan kepada para santri yang berhasil melaju ke tahap selanjutnya.
Peserta yang dinyatakan lolos diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengharumkan nama pesantren dan Indonesia di kancah internasional. [aje]






