Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) merampungkan seleksi akhir calon kepala SMA Negeri Taruna pada Senin (23/2/2026). Sebanyak 15 kandidat kini bersaing ketat mengisi posisi strategis di sekolah berbasis semi-militer tersebut.
Proses ini bertujuan mengisi kekosongan pimpinan di SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Seleksi juga disiapkan untuk mengantisipasi masa pensiun sejumlah kepala sekolah pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan pentingnya integritas dalam penilaian. Fokus utama meliputi aspek akademik, disiplin ketarunaan, hingga kemampuan manajerial administrasi bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Saya tidak mau asal-asalan memilih untuk menjaga kualitas SMAN Taruna. Ada beban moral dan tanggung jawab besar dalam membentuk calon pemimpin bangsa,” ujar Aries.
Tahapan dimulai dari penjaringan 39 pendaftar melalui verifikasi rekam jejak yang ketat. Kandidat terpilih kemudian menjalani uji kompetensi melalui dialog mendalam bersama dewan pendidikan, akademisi, serta unsur TNI-Polri.
Peserta juga mengikuti job shadowing di SMAN Taruna Nala untuk menguji adaptasi kultur berasrama. Mereka dituntut menyusun proyek transformasi kepemimpinan dan menunjukkan keterampilan berpikir kritis menghadapi tantangan operasional.
Pada tahap pantukhir, Aries menguji langsung visi dan strategi penguatan budaya disiplin para kandidat. Penilaian akhir ini menggali komitmen pembentukan karakter serta hasil pemetaan talenta setiap calon pimpinan.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dindik Jatim, Ety Prawesti, menambahkan bahwa setiap kandidat wajib memiliki program prioritas terukur. Strategi itu harus mencakup rencana penguatan nasionalisme dan prestasi dalam jangka pendek maupun menengah.
“Kriteria kunci meliputi kepemimpinan berdisiplin khas ketarunaan serta kecakapan berkolaborasi dengan mitra TNI dan Polri,” tegas Ety.
Kandidat terbaik yang dinyatakan lolos akan segera menerima surat keputusan penugasan resmi. Langkah ini menjadi upaya nyata Pemerintah Provinsi Jatim menjaga standar kualitas pendidikan menengah yang kompetitif. [ipl/but]






