Magetan (beritajatim.com) – Jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Magetan mencapai 871 penderita. Jumlah itu tercatat di Dinas Kesehatan Magetan di tahun 2022. Angkat itu terbilang naik ketimbang dua tahun sebelumnya. Yakni 556 pendrrita di tahun 2020 dan 447 penderita di tahun 2021.
Agus Yudi Purnomo Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menyebutkan jika penderita terbanyak ada di Kecamatan Panekan, namun tak ada angka pasti berapa jumlahnya.
“Tren kasus TB meningkat pada tahun 2022 atau naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2021. Kenaikan kasus ini adalah salah satu dampak pandemi. Penderita pada saat pandemi Covid 19 enggan berobat ke Puskesmas,” kata Agus, Jumat (13/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”TBC”]
Agus menuturkan TBC lebih berbahaya daripada Covid 19,. Jika Covid bisa sembuh sendiri tanpa diobati asal imunnya bagus namun TBC tidak. “Penderita TBC harus rajin berobat ke puskesmas, bila tidak maka kemungkinan sembuh jadi mini. Bahkan, bisa lebih parah dan semakin menyebar, karena penularannya kan lewat droplets dahak,” ungkap Agus.
Agus menuturkan jika ada dua jenis TBC yakni TB biasa dan TB sensitif obat. Untuk yang resisten obat penyembuhannya lebih lama. Bisa setahun hingga dua tahun tergantung keparahan dan jenis bakterinya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, intinya TB bisa sembuh asal rajin minum obat. Obatnya di puskesmas maupun rumah sakit swasta gratis,” katanya.
Dari hasil tracing menurut Agus penderita terbanyak berada di Kecamatan Panekan, usia penderitanya hampir semua umur. Bila salah satu keluarga terdapat pasien maka sudah pasti menulari satu keluarga tersebut.
“TBC sangat menular seperti covid, dari droplet dari tempat makan bila mencucinya tidak steril dalam jangka panjang akan menulari anggota keluarga lainya,” paparnya.
Lebih lanjut ditanyakan apakah TBC bisa mempengaruhi pertumbuhan anak dan bisa menyebabkan stunting. Tak hanya itu, TB bisa membuat anak meninggal dunia bila tidak segera ditangani.
Diketahui, Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini menyebar ketika seseorang menghirup percikan ludah (droplet) saat penderita TBC batuk, berbicara, bersin, tertawa, atau bernyanyi. (fiq/kun)






