Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jadi momentum penting bagi kita. Peristiwa ini sekaligus menandai kemerdekaan bangsa Indonesia, dan awal perjalanan panjang untuk menentukan nasib sendiri agar menjadi lebih baik.
Bicara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 17 Agustus 1945 ini, kita langsung teringat nama besar dua nama, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Tapi, mengutip catatan sejarah yang ada, sesungguhnya ada nama-nama lain di balik mereka. Siapa saja?
Fatmawati
Perempuan bernama asli Fatimah ini dikenal sebagai istri dari Ir. Soekarno. Ia adalah orang yang menjahit Bendera Merah Putih, dan kemudian dikibarkan dalam Proklamasi Kemerdekaan di di Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi). Fatmawati menjahit Bendera Merah Putih dari bahan katun Jepang berwarna merah dan putih dengan ukuran 276×200 centimeter.
Ahmad Subardjo
Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan Pahlawan Nasional Indonesia. Sempat tercatat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia pertama dan memiliki gelar Meester in de Rechten, yang diperoleh di Universitas Leiden Belanda pada tahun 1933. Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh di peristiwa Rengas Dengklok. Selain menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta saat itu, ia juga yang mengusulkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan dilakukan di Jakarta. Selain itu, peran penting Ahmad Subardjo terletak pada perannya dalam mengusulkan isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, khususnya paragraf pertama.
Sukarni dan Sayuti Melik
Sukarni adalah salah satu tokoh golongan muda yang mengusulkan agar teks proklamasi kemerdekaan Indonesia ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Sedangkan Sayuti Melik adalah salah satu tokoh golongan muda yang bertugas untuk mengetik teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang sebelumnya ditulis tangan oleh Ir. Soekarno.
Latif Hendradiningrat
Latif Hendradiningrat adalah anggota golongan muda yang bertugas untuk mengibarkan Bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Fatmawati. Bersama Suhud, Latif mengibarkan bendera setelah pembacaan teks proklamasi dilakukan.
Laksamana Maeda
Perwira Angkatan Laut Jepang yang berjasa dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ia meminjamkan rumah tinggalnya sebagai tempat perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rumah laksamana muda ini berada di Jl. Imam Bonjol, No.1, Jakarta Pusat.[dwp/bjo]






