Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto menyarankan pihak yang berwenang untuk membuat area pendinginan di jalur Gotekan-Pacet. DPRK2 juga menyarankan untuk memisahkan jalur alternatif Batu-Mojokerto tersebut.
“Selain merenovasi jalur penyelamat dan mengusulkan pembuatan area untuk mendinginkan rem kendaraan, juga sebenarnya sudah harus dilakukan memisahkan jalur, naik dan turun. Kita pisah karena beresiko tinggi memang,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, Sabtu (22/10/2022).
Turunan AMD yang memiliki sudut kemiringan hampir 45 derajat, lanjut Rachmat, bisa digunakan dibuat jalur ganda. Turunan AMD dari Batu belok kanan sampai di jalur Gotekan. Meski diakui agak sedikit memutar dan melingkar dari jalur yang ada saat ini tapi dinilai aman karena lebih landai.
“Kalau lewat alternatif jelas lebih landai dari yang saat ini. Masih makadam, masih jalan desa. Ini sudah kita sampaikan ke PJJ (Dinas PU Bina Marga Jatim) bisa sebagai alternatif karena itu memang bukan kewenangan area Kabupaten Mojokerto. Prinsip jangka pendeknya adalah untuk area pendinginan rem,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jalur-cangar-pacet”]
Menurutnya, jika kendaraan matic dilarang lewat jalur Batu-Mojokerto harus ada pengawasannya. Rachmat menambahkan, pihaknya bersama Dishub Provinsi, Dirlantas Polda dan Polres Mojokerto sudah pernah melakukan pertemuan terkait hal tersebut pada bulan Februari lalu.
“Kita sudah ada pertemuan di bulan Februari lalu, kesepakatan bersama memikirkan penanganan jangka pendek, jangka menengah dan panjang. Namun belum ada realisasinya. Tidak representatif kalau itu jadi jalur ganda, yang paling tepat adalah memisahkan jalur,” tuturnya.
Termasuk bagaimana mempersiapkan jalur pengamanan yang representatif. Ini lantaran jalur tersebut, dinilai sudah tidak memenuhi syarat. Terlepas dari panjang dan sebagainya jalur penyelamatan ada teknis pembuatan penyelamatan yang ideal.
Jalur Cangar-Pacet menjadi jalur alternatif masyarakat, apalagi weekend. Namun angka kecelakaan di jalur tersebut cukup tinggi. Satlantas Polres Mojokerto mencatat sudah terjadi 20 kecelakaan sejak awal tahun 2022 sampai bulan Oktober ini. Jumlah korban tewas sebanyak tiga orang, satu luka berat, dan 26 luka ringan. [tin/ted]






