Mojokerto (beritajatim.com) – Perekonomian Kabupaten Mojokerto tahun 2025 tumbuh sebesar 5,56 persen dengan pertumbuhan terjadi di seluruh lapangan usaha. Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa mencatat kenaikan paling tinggi, meski struktur ekonomi daerah masih didominasi industri pengolahan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan bahwa lapangan usaha Jasa Perusahaan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 10,37 persen. “Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor Jasa Perusahaan,” ungkapnya, Minggu (1/3/2026).
Selain itu, sektor Transportasi dan Pergudangan serta Jasa Pendidikan juga tumbuh cukup kuat. Sektor Transportasi dan Pergudangan tercatat tumbuh 8,39 persen, disusul Jasa Pendidikan sebesar 7,77 persen. Sektor Informasi dan Komunikasi turut meningkat 7,45 persen, sementara Jasa Lainnya tumbuh 7,37 persen.
Pertumbuhan di atas enam persen juga terjadi pada sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6,75 persen serta sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 6,18 persen. Meski sejumlah sektor jasa menunjukkan lonjakan pertumbuhan, kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah masih berasal dari sektor industri pengolahan.
“Struktur ekonomi Kabupaten Mojokerto belum berubah signifikan. Industri Pengolahan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 58,49 persen terhadap PDRB,” jelasnya.
Selain industri, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang 10,16 persen. Disusul sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 7,24 persen, Konstruksi sebesar 7,21 persen, serta Informasi dan Komunikasi sebesar 5,26 persen.
Kelima lapangan usaha tersebut secara kumulatif menyumbang sekitar 88,36 persen terhadap total perekonomian Kabupaten Mojokerto tahun 2025. Menurut BPS, tingginya pertumbuhan sektor jasa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Namun, dominasi industri pengolahan menegaskan bahwa Kabupaten Mojokerto masih berkarakter sebagai daerah berbasis manufaktur. Dengan kondisi tersebut, sektor jasa diperkirakan akan terus berkembang sebagai penopang baru pertumbuhan ekonomi, tanpa menggeser peran industri yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. [tin/suf]






