Pamekasan (beritajatim.com) – Sektor depan Madura United FC diharapkan dapat menjadi tumpuan tim dalam mengarungi kerasnya jadwal kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Super League 2025-2026.
Terlebih saat ini terdapat sebanyak 7 (tujuh) pemain di posisi penyerang, masing-masing Ahmad Nufiandani, Aji Kusuma, M Riski Afrizal, Mike Aldo Maulidino, Yuda Editya Pratama, serta dua legiun asing Joâo Pereira Albertine (Guinea-Bissau), dan Valeriy Ihorovych Hryshyn (Ukraina).
Harapan tersebut disampaikan Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi, di mana para penyerang diharapkan dapat menjadi solusi dari paceklik gol yang selama ini dialami tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Ketersediaan pemain khususnya di posisi penyerang, tentunya akan menjadi banyak opsi bagi sang juru taktik, Angel Alfredo Vera. Selanjutnya tinggal memilih pemain yang layak untuk tampil dalam skuat.
“Kalau dilihat dari formasi yang diterapkan pelatih sudah cukup bagus, kerjasama tim juga sudah mulai tampak kelihatan dan cukup solid,” kata Achsanul Qosasi, saat meninjau latihan Lulinha dan kawan-kawan di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut disampaikan jika pada masa bursa transfer kali ini, pihaknya tidak banyak melakukan perombakan pemain seperti yang dilakukan pada musim sebelumnya. Namun saat ini hanya fokus memperbaiki sektor pertahanan dan lini depan tim.
“Pemain inti kita tetap (sama seperti musim lalu), terutama di tengah. Kita hanya memperbaiki yang di belakang dan di depan. Karena itulah pengalaman buruk kita kemarin (Liga 1 2023-2024), kita sering bocor dan sulit cetak gol,” ungkapnya.
Dengan komposisi saat ini diharapkan dapat menjadi opsi terbaik untuk meningkatkan performa tim, khususnya dalam aspek mencetak gol. “Sebab kalau kita banyak mencetak gol, walaupun ada yang bocor, judulnya masih tetap menang,” pungkasnya. [pin/kun]






