Ringkasan Berita:
- Piala Wali Kota Surabaya 2026 diikuti 206 petinju dari berbagai provinsi di Indonesia.
- Kejuaraan berkembang menjadi ajang semi nasional dan menjadi barometer pembinaan tinju Jawa Timur.
- Kontingen Surabaya meraih tujuh medali emas sebagai modal menuju Porprov Jatim 2027.
- Pertina Surabaya menyiapkan program pembinaan berkelanjutan melalui Puslatcab dan Road to Porprov.
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 206 petinju muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Piala Wali Kota Surabaya 2026. Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa kejuaraan yang semula dirancang sebagai turnamen antar-sasana kini berkembang menjadi ajang semi nasional sekaligus menjadi momentum kebangkitan pembinaan tinju di Jawa Timur.
Kejuaraan yang berlangsung di Gelora Pancasila Surabaya tersebut diikuti petinju dari Bali, Jawa Barat, Bekasi, Kepulauan Riau (Batam), hingga Sulawesi Barat. Kehadiran atlet dari berbagai provinsi menjadi bukti bahwa Surabaya kembali diperhitungkan sebagai salah satu pusat pembinaan tinju amatir di Indonesia.
Wakil Ketua Pertina Jawa Timur, Agung Samsul Hadi, mengatakan antusiasme peserta menjadi kebanggaan tersendiri karena skala kejuaraan melampaui konsep awal yang hanya diperuntukkan bagi sasana-sasana tinju.
“Awalnya ini hanya untuk antar-sasana, tetapi berkembang menjadi semi nasional. Ini kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan Piala Wali Kota Surabaya menjadi barometer kebangkitan tinju Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurut Agung, tingginya partisipasi tersebut mengingatkan kembali masa kejayaan Jawa Timur pada era 1980-an hingga 1990-an ketika provinsi ini dikenal sebagai salah satu lumbung petinju amatir nasional.
Meski demikian, ia mengakui kualitas petinju Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih terus dibangun. Sebagian besar atlet lokal masih berada pada tahap awal pembinaan, sedangkan sejumlah peserta dari Bali maupun Jawa Barat telah menjalani program latihan jangka panjang menuju berbagai kejuaraan nasional.
“Anak-anak Surabaya memang masih pemula, sedangkan daerah lain sudah lebih matang. Tetapi pengalaman bertanding melawan atlet-atlet nasional seperti ini sangat penting untuk mempercepat perkembangan mereka,” katanya.
Piala Wali Kota Surabaya 2026 juga menjadi ajang evaluasi awal menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Kejuaraan ini dimanfaatkan Pertina Surabaya untuk mengukur kemampuan atlet menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan penyelenggaraan event berskala nasional tersebut sengaja dilakukan agar para atlet memperoleh pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas dari berbagai daerah.
Hasilnya, kontingen Surabaya berhasil membawa pulang tujuh medali emas. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa pembinaan yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil.
“Kami bangga karena atlet Surabaya sudah bisa mengimbangi petinju nasional. Ini menjadi modal penting untuk persiapan menuju Porprov,” kata Ferlix.
Ia menegaskan pembinaan atlet tidak berhenti setelah kejuaraan selesai. Para peraih medali emas akan mengikuti program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab), sementara Pertina Surabaya juga telah menyiapkan rangkaian Road to Porprov melalui sejumlah turnamen sebagai sarana evaluasi dan penambahan jam bertanding.
Selain itu, Pertina Surabaya juga berencana menggelar satu hingga dua kejuaraan berskala menengah agar atlet yang belum meraih prestasi tetap memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
Melalui konsistensi penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan berjenjang, Piala Wali Kota Surabaya 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan petinju-petinju berprestasi, tetapi juga mengembalikan Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama tinju amatir Indonesia. [way/beq]






