Malang (beritajatim.com) – Sekjen PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) M Hasanuddin Wahid menetapkan sekitar dua ribu emak-emak di wilayah Malang Raya menjadi juru bicara (jubir) pasangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dalam Pilpres 2024. Penetapan ini bersamaan dengan konsolidasi secara bertahap selama dua hari, yaitu Rabu hingga Kamis (13-14/12/2023).
Penetapan dihadiri Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Hikmah Bafaqih. Sekjen DPP PKB mengatakan bahwa pembentukan jubir emak-emak untuk pasangan nomor urut 1 ini sejatinya datang dari aspirasi perempuan.
Menurut Cak Udin, sapaannya, suara perempuan terbilang besar, loyal dan tinggi di wilayah Malang Raya. Sejumlah aktivis perempuan Nahdliyyin, aktivis pergerakan mengusulkan kepada pihak Cak Udin untuk memilih aktivis di desa, emak-emak desa. Nah, dari situlah emak-emak kemudian dikumpulkan.
“Ternyata antusiasme emak-emak untuk jadi Jubir Pasangan AMIN sangat tinggi. Emak-emak ini berbondong-bondong mendaftarkan diri jadi Jubir,” unkap Cak Udin.
“Alhamdulillah sampai saat ini sudah terkumpul dua ribu orang dari seluruh kelurahan maupun desa di Malang Raya,” imbuhnya.
Oleh karena itu, selama dua hari ini pihaknya melakukan pelatihan kepada jubir emak-emak. Mereka dilatih cara menjadi jubir di desa untuk pasangan Anies-Muhaimin.
“Kami menyambut gembira, ada perempuan yang tangguh mengkampanyekan AMIN di desanya masing-masing,” terangnya sembari mengapresiasi keberadaan emak-emak jadi Jubir Pasangan AMIN.
Sementara itu, Koordinator Jubir Emak-emak Malang Raya untuk Pasangan AMIN, Siti Fatimah mengatakan, emak-emak siap memenangkan pasangan AMIN pada ajang Pilpres 2024. Ia optimistis, Pilpres 2024 dapat memenangkan AMIN dengan minimal sebesar 60 persen di Malang Raya.
“Kami sudah mempunyai Grup WhatsApp dan media sosial untuk menyampaikan visi misi Pasangan AMIN dan apa yang dihasilkan dari debat putaran pertama kemarin,” ucapnya pada kesempatan yang sama. [dan/suf]






