Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersiap mengambil langkah tegas terhadap dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga menjadi calo dalam seleksi CPNS 2024. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, menyatakan akan turun tangan langsung jika proses pemeriksaan internal tak kunjung menunjukkan perkembangan.
Langkah ini diambil lantaran hingga kini belum ada kejelasan dari Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang disebut masih dalam tahap koordinasi. Salah satu dari dua ASN yang dilaporkan bahkan masih aktif bekerja seperti biasa.
“Belum ada sanksi yang dijatuhkan karena pemeriksaan belum selesai, ada yang masih bekerja,” kata Agus Pramono, Sabtu (26/7/2025).
Agus mengakui lambannya proses klarifikasi di internal. Oleh sebab itu, ia menegaskan siap mengambil alih dengan melakukan pemeriksaan khusus terhadap ASN yang diduga menjanjikan kelulusan CPNS kepada sejumlah korban.
“Kalau memang kelamaan kami carikan waktu, akan kami periksa sendiri secara khusus (oknum ASN calo -red),” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut. Publik menyoroti lambannya penanganan, apalagi salah satu ASN dilaporkan telah menerima uang dari korban dan kasusnya sudah masuk dalam laporan dua polsek berbeda. Namun hingga kini, belum ada tindakan pencopotan dari jabatan atau sanksi administratif lain.
Sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Agus Pramono menekankan pentingnya ketegasan dalam menjaga integritas seleksi CPNS. Ia menilai, kasus seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem birokrasi. [end/beq]






