Jombang (beritajatim.com) – Sejumlah peserta tumbang saat mengikuti acara jalan sehat bersama Warsubi yang digelar di alun-alun Jombang, Minggu (25/8/2024). Peserta yang pingsan itu diduga kelelahan karena tidak kuat saat berdesakan di sekitar alun-alun.
Sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah ambulans membelah jalan KH Wahid Hasyim Jombang. Sirine di kendaraan tersebut meraung-raung. Para pengguna jalan langsung minggir untuk memberi jalur kepada ambulans itu.
Kendaraan warna putih tersebut masuk ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD Jombang. Petugas kemudian menurunkan pasien yang ada di ambulans. “Iya, ada peserta jalan sehat yang pingsan. Ini sedang dirawat,” kata salah satu petugas di IGD.
Bukan itu saja, di lokasi dekat panggung juga terdapat perempuan yang jatuh pingsan akibat kelelahan. Selain itu masih ada insiden lain yang menimpa peserta. Di antaranya, ibu yang terpisah dari anaknya. Tentu saja, sang ibu panik tidak karuan.
Maklum saja, jalan sehat yang dimulai dari alun-alun Jombang itu diikuti puluhan ribu peserta. Mereka dating secara bergelombang dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang. Pria, wanita, anak-anak hingga orang dewasa mengikuti jalan sehat berhadiah mobil tersebut.
Ada yang mengendarai sepeda motor dan kendaraan pribadi lainnya. Namun ada pula yang dating secara berombongan. Mulai naik kereta kelinci, mobil pikap, minibus, bahkan ada yang rombongan naik truk.
Salah satu orangtua yang terpisah dari anaknya adalah Nurul, warga Desa Tapen Kecamatan Kudu. Nurul dibuat panik lantaran putranya bernama Haidar yang masih berumur 4 tahun mendadak hilang dari pantauannya.
Saat itu, Nurul mengaku tengah menunggui putranya bermain. Terlena sedikit saja, tiba-tiba Haidar menghilang. Nurul langsung melakukan pencarian. Dia mengellingi lokai permainan sang anak hingga lima kali. Namun Hadir tang kunjung ditemukan.
“Saya kemudian meminta bantuan polisi untuk mencari Haidar. Satu jam berselang, Haidar ditemukan di sekitar panggung acara. Saat itu, Haidar diselamatkan oleh petugas. Saya panik. Karena alun-alun penuh sesak oleh manusia,” katanya.
Kegaduhan jalan sehat ini sudah terasa sejak pagi buta. Peserta dari berbagai kecamatan menyerbu alun-alun. Hingga 1 Km sebelum lokasi, jalanan sudah macet. Semakin dekat, tumpukan massa semakin parah. Tentu saja, alun-alun Jombang berubah menjadi lautan manusia.
Bahkan banyak peserta yang tidak bisa menembus alun-alun tersebut. Mereka harus balik kanan karena jalur sudah padat. Namun ada saja yang tetap nekat. Jalan sehat ini sebagai ajang sosialisasi pasangan Warsubi-Salmanudin Yazid yang bekal maju dalam Pilkada Jombang 2024.
Peserta membeludak karena hadiah yang ditawarkan oleh panitia cukup menggiurkan. Di antaranya, Mobil Daihatsu Ayla, tujuh paket umrah, sejumlah sepeda motor, sepeda angin, serta masih banyak hadiah hiburan. Sudah begitu, para peserta juga mendapatkan kupon secara cuma-cuma alias gratis.
Makanya, sebelum pemberangkatan peserta jalan sehat, Warsubi dan Salmanudin memberikan sambutan di hadapan puluhan ribu peserta. Keduanya berpidato secara bergantian. Mengenalkan diri kepada khalayak.
Selain itu, mereka minta doa restu untuk mengikuti kontestasi Pilkada Jombang yang digelar 27 November 2024. “Saya minta doa restu untuk mengikuti Pilkada 2024. Jalan sehat in juga untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79,” kata Warsubi. [suf]






