Kediri (beritajatim.com) – Perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk merupakan salah satu raksasa industri kretek di Indonesia. Didirikan oleh Surya Wonowidjojo pada 1958 di Kota Kediri, Jawa Timur, perusahaan ini bermula dari industri rumahan.
Dikutip dari situs gudanggaramtbk.com, pada Senin (8/9/2025), Gudang Garam berangkat dari industri rumahan yang memproduksi Sigaret Kretek Klobot (SKL) dan Sigaret Kretek Linting Tangan (SKT). Dan kini berkembang dengan memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Seiring waktu, Gudang Garam berkembang pesat. Perusahaan ini mempedomani filosofi Catur Dharma sebagai landasan nilai perusahaan. Prinsip itu menekankan pentingnya kehidupan yang bermanfaat bagi masyarakat, kerja keras, kejujuran, kesehatan, iman, serta peran karyawan sebagai mitra utama. Filosofi ini terus menjadi pegangan perusahaan hingga kini.
Nama besar Gudang Garam tak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya, Surya Wonowidjojo. Pria yang memiliki nama Tionghoa Tjoa Ing – Hwie dikenal sebagai wirausahawan sejati dengan naluri bisnis kuat, sekaligus pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan karyawan.
Di mata pekerja, beliau bukan hanya pemimpin, tetapi juga bapak, saudara, dan sahabat. Surya Wonowidjojo wafat pada 28 Agustus 1985, meninggalkan warisan nilai luhur yang terus hidup di tubuh perusahaan hingga saat ini.
Dalam perjalanannya, Gudang Garam memperluas variasi produk mulai dari sigaret kretek linting tangan hingga sigaret kretek linting mesin. Di akhir tahun 2024, perusahaan dan anak usahanya tercatat mempekerjakan 30.308 orang.
Salah satu anak perusahaan penting adalah PT Surya Madistrindo (SM) yang berdiri pada 2002. Sejak 2009, SM dipercaya sebagai distributor tunggal produk Gudang Garam di seluruh Indonesia, dengan dukungan lebih dari 14 ribu karyawan yang tersebar di 12 kantor regional dan 180 kantor area.
Kiprah Gudang Garam selalu ditandai dengan kerja keras, inovasi, serta pencapaian yang membawa nama Kediri ke kancah nasional maupun internasional. Produk rokoknya tak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara sebagai ikon kretek Indonesia.
Belakangan ini, nama Gudang Garam kembali menjadi sorotan publik setelah muncul video viral yang menampilkan suasana perpisahan karyawan. Tayangan itu memicu spekulasi mengenai adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan tersebut.
Banyak pihak mengaitkan isu ini dengan kenaikan tarif cukai rokok, penurunan daya beli masyarakat, hingga maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.
Salah seorang karyawan menuliskan pesan emosional dalam video tersebut. “14 tahun sudah perjalanan bersama PT Gudang Garam. Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini, karena disinilah saya belajar, bertumbuh, dan menemukan keluarga kedua…” tulisnya. [nm]






