Jakarta (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menciptakan sejarah dengan mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare pada Jumat (7/3/2025) malam. Ini adalah kemenangan pertama Persebaya di markas PSM dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Babak Pertama
Persebaya membuka ancaman lebih dulu di menit kesembilan lewat aksi ciamik Francisco Rivera. Sayang, sontekan cerdasnya terlalu pelan, hanya berujung pada tendangan sudut yang tak membuahkan hasil.
PSM tak tinggal diam. Pada menit ke-17, kemelut di lini belakang Persebaya nyaris menjadi petaka saat Aloisio Neto menyambar umpan dari sepak pojok, tapi bola justru melambung tinggi, membuat pendukung tuan rumah menahan napas.
Momentum PSM terus bergulir. Pada menit ke-24, Latyr Fall menusuk tajam dan melepaskan sontekan ke tiang jauh gawang Persebaya. Namun, bola malah meleset tipis, seolah mengejek usaha kerasnya.
Tak lama berselang, pada menit ke-29, Balotelli mencoba peruntungan dengan tendangan dari dalam kotak penalti. Ernando Ari, kiper Persebaya, dengan sigap mengamankan bola yang ternyata tak cukup bertenaga.
Persebaya tak mau kalah. Bruno Moreira jadi mimpi buruk PSM di menit ke-34 saat ia berhadapan langsung dengan kiper dalam situasi satu lawan satu. Namun, bek PSM tampil heroik, menghalau bola hingga peluang emas itu sirna.
Bruno Moreira kembali menggebrak di menit ke-42 dengan tendangan keras yang ditepis kiper PSM. Sayang, wasit mengangkat bendera offside, membuatnya hanya bisa menghela napas panjang.
Saat injury time babak pertama, Daisuke Sakai dari Persebaya melepaskan roket dari luar kotak penalti. Tendangan keras itu seolah menjanjikan gol, tapi Ernando Ari lagi-lagi jadi penutup cerita dengan menangkap bola tepat di pelukannya.
Skor imbang 0-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua
Persebaya membuka babak kedua dengan sejumlah peluang pada menit ke-53. Rizky Dwi dan Bruno Moreira nyaris membobol gawang PSM, tetapi kiper Reza Arya tampil gemilang dengan menghalau dua peluang beruntun tersebut.
Tak lama setelah itu, pada menit ke-61 Syahrul Lasinari mencoba peruntungannya dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, upaya tersebut gagal mengancam gawang Persebaya Surabaya yang dijaga ketat.
Klimaks pertandingan terjadi ketika Francisco Rivera berhasil mencetak gol untuk Persebaya Surabaya. Gol ini berawal dari umpan apik Bruno Moreira yang diselesaikan dengan sontekan akurat oleh Rivera, merobek jala gawang Reza Arya.
Sayangnya, euforia pemain Persebaya sempat terhenti karena hakim garis menganggap Rivera berada dalam posisi offside, sehingga gol tersebut dianulir.
Namun, drama belum berakhir. Wasit memutuskan untuk menggunakan Video Assistant Referee (VAR) guna meninjau kembali gol itu. Setelah pengecekan VAR, Francisco Rivera dinyatakan tidak offside. Keputusan ini membuat gol Persebaya Surabaya ke gawang PSM Makassar akhirnya disahkan. Bajul Ijo unggul 1-0.
PSM Makassar berjuang keras untuk mengejar ketertinggalannya. Mereka mendapatkan peluang pada menit ke-69 saat Latyr Fall berusaha keras menembus pertahanan Persebaya dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, aksi impresif tersebut masih bisa digagalkan oleh kiper Ernando Ari yang tampil sigap.
Kemudian pada menit ke-72, Rizky Dwi Pangestu memiliki peluang berbahaya dari sektor kanan pertahanan PSM, namun tembakannya masih melambung di atas mistar gawang.
Tidak hanya itu, PSM juga sempat mendapatkan kesempatan di menit ke-74, saat Mohammed Rashid melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, usaha tersebut masih bisa dihalau oleh Reza Arya.
Di menit ke-83, PSM kembali menciptakan peluang emas melalui sundulan Mario Balotelli. Namun, bola yang terlalu lemah tidak mampu menggetarkan gawang Persebaya dan dengan mudah diamankan oleh Ernando Ari.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya tetap bertahan. (faw/ted)






