Bondowoso (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada Selasa, 20 Januari 2026 memicu tiga kejadian bencana dalam satu hari, terdiri dari banjir drainase dan tanah longsor di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memastikan seluruh kejadian telah tertangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, mengatakan rentetan kejadian tersebut terjadi sejak sore hingga malam hari berdasarkan laporan warga dan hasil assessment tim di lapangan.
“Dalam satu hari terdapat tiga kejadian bencana. Penyebab utamanya curah hujan tinggi, sistem drainase yang tidak optimal, serta saluran air yang tersumbat sampah dan material lainnya,” kata Kristianto, Rabu, 21 Januari 2026 pagi.
Kejadian pertama berupa banjir drainase terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Air meluap dari selokan dan menggenangi halaman rumah warga akibat saluran air yang sempit dan hanya memiliki satu jalur pembuangan.
BPBD Bondowoso melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa hingga kondisi berangsur surut pada dini hari.
Kejadian kedua adalah tanah longsor di Jalan KIS Mangunsarkoro, RT 10 RW 01, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso. Longsor terjadi di halaman rumah warga dengan panjang sekitar enam meter dan lebar dua meter.
Berdasarkan hasil assessment, longsor dipicu erosi tanah akibat hujan deras, aliran air yang kuat, aktivitas urukan tanah, serta pendangkalan saluran air akibat sampah.
“Kami pastikan tidak ada korban jiwa. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena struktur tanah masih labil,” ujar Kristianto.
Sementara itu, kejadian ketiga berupa banjir luapan drainase terjadi sekitar pukul 19.06 WIB di Jalan Raya Bondowoso–Jember, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso.
Luapan air menggenangi jalan raya dan halaman perumahan warga akibat gorong-gorong tersumbat sampah dan patahan dahan pohon, sehingga sempat menghambat arus lalu lintas.
BPBD Bondowoso bersama unsur terkait dan warga setempat langsung melakukan pembersihan saluran air. Setelah tumpukan sampah dan dahan pohon berhasil dievakuasi, air berangsur surut dan lalu lintas kembali normal.
Kristianto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Jangan buang sampah ke selokan. Drainase yang bersih itu kunci utama mencegah banjir, apalagi saat musim hujan,” pungkasnya. (awi/ted)






