Madiun (beritajatim.com) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Dharma Purabaya, Kabupaten Madiun, memastikan akan menutup permanen lima sumur bor yang tidak lagi berfungsi. Penutupan dilakukan setelah kualitas air dari sumur-sumur tersebut dinilai tidak layak konsumsi karena keruh dan berbau.
Dari total 70 titik sumur yang dimiliki perusahaan daerah itu, lima di antaranya kini mangkrak dan tak lagi dimanfaatkan. Salah satu sumur berada di Desa/Kecamatan Mejayan. Kondisinya memprihatinkan. Area sekitar sumur dipenuhi rumput liar, instalasi pipa dan panel tampak kusam, sementara kabel listrik terputus dan menjuntai.
Direktur Utama Perumda Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto, mengatakan keputusan penutupan permanen diambil demi efisiensi dan keselamatan.
“Kami akan tutup permanen. Tahap awal listriknya kami putus, karena selama ini tetap ada beban biaya meski sumur tidak difungsikan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurut Imansyah, pembangunan lima sumur tersebut sebelumnya menelan anggaran sekitar Rp4 miliar. Rata-rata setiap titik menghabiskan dana kurang lebih Rp800 juta.
“Sekitar Rp800 juta per sumur. Kalau lima titik totalnya kurang lebih Rp4 miliar,” jelasnya.
Ia menegaskan, tidak berfungsinya sumur-sumur tersebut bukan semata kesalahan pihak PDAM. Dalam proses perencanaan, perusahaan telah menggandeng tim survei untuk memprediksi potensi debit air. Namun, kualitas air baru bisa dipastikan setelah proses pengeboran selesai dilakukan.
“Yang bisa diprediksi saat perencanaan itu debitnya. Soal kualitas air, harus dibor dulu baru diketahui hasilnya,” tegasnya.
Penutupan permanen ini menjadi langkah realistis perusahaan daerah dalam menjaga efisiensi operasional, sekaligus memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap mengutamakan kualitas dan kelayakan konsumsi. (rbr/ted)






