Kediri (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melakukan monitoring penyaluran beras pangan kepada masyarakat kurang mampu. Dari monitoring yang dilakukan DKPP, penyaluran bantuan beras pangan mengalami sedikit kendala.
“Kami menerjunkan tim sebanyak 13 orang yang tersebar di tiap-tiap kelurahan yang bertugas memonitoring pelaksanaan dalam penyaluran bantuan pangan ini. Jadi kami betul-betul tahu pelaksanaannya dan alhamdulillah meskipun ada sedikit kendala, namun sampai dengan hari ini semua berjalan lancar,” terang M. Ridwan, selaku Kepala DKPP Kota Kediri, pada Jumat (23/2/2024).
Program bantuan pangan pemerintah tersebut melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Di Kota Kediri bantuan kembali digulirkan untuk periode Februari 2024.
Pada penyaluran tahap II ini, jumlah Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Kediri tercatat sebanyak 33.632 jiwa yang tersebar di 3 kecamatan. Adapun untuk penyaluran bantuan hari ini, Jumat (23/2) dilaksanakan di Kelurahan Lirboyo, Banjarmlati, Gayam, Bujel, Jagalan, Ringinanom, Banjaran, Rejomulyo, Tempurejo dan Pakunden.
M. Ridwan menambahkan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menugaskan Perum BULOG untuk ketersediaan beras. Selanjutnya Perum Bulog menunjuk PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai transporter untuk menyalurkan bantuan kepada keluarga penerima bantuan pangan di Kota Kediri.
Adapun data penerima bantuan berasal dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia.
Untuk wilayah Kecamatan Kota, Ridwan merinci data jumlah penerima sebanyak 8.946 jiwa, wilayah Kecamatan Mojoroto sebanyak 11.893 jiwa dan Kecamatan Pesantren dengan jumlah 12.793 jiwa. Adapun untuk tiap keluarga mendapatkan bantuan 10 kilogram beras medium dengan syarat pengambilan membawa undangan, KTP dan Kartu Keluarga.
Ridwan berharap pemberian bantuan beras ini tidak hanya meringankan beban masyarakat. Namun juga bisa menstabilkan pasokan dan harga beras. “Semoga bantuan pangan ini bermanfaat. Sekaligus dapat menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban pengeluaran bagi para penerima,” tutur Ridwan.
Salah satu penerima bantuan pangan, Jaminah asal Banjarmlati mengungkapkan sangat bersyukur dan merasa senang mendapatkan bantuan beras tersebut. Ia mengatakan harga beras dipasaran saat ini masih tinggi dikisaran Rp16 ribu per kilogram untuk kategori beras medium.
“Alhamdulillah sangat merasa terbantu dengan adanya bantuan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehingga mengurangi beban pengeluaran sehari hari,” imbuhnya. [nm/but]






