Surabaya (beritajatim.com) – Champions League baru saja menyelesaikan fase group mereka. Undian untuk putaran 16 besar yang berlangsung di pertengahan Februari 2022 mendatang pun sudah dilakukan.
Ada banyak klub besar dan pemain bintang yang berlaga di ajang kompetisi tertinggi di Eropa ini. Namun, hingga fase group selesai, bukan Messi atau Ronaldo atau Lewandowski, atau pun Salah yang dinobatkan sebagai pemain terbaik oleh UEFA.
Melainkan striker yang musim lalu gagal total di West Ham dan baru bergabung bersama Ajax. Ya, Sebastien Haller. Sementara ini, ia berada di posisi teratas pemain terbaik UEFA Champions League dengan 296 poin. Mengungguli Lewandowski di posisi kedua dan Mohamed Salah di posisi ketiga.
Hal ini tidak lepas dari kontribusi besar Haller ketika bermain untuk Ajax di Champions League. Hingga saat ini, ia masih menjadi top skorer Liga Champions dengan koleksi 10 gol dari 6 pertandingan.
Ajax Amsterdam sediri, berhasil melewati fase grup Liga Champions 2021/22 dengan poin sempurna. Kemenangan 4-2 dari Sporting CP pada hari Rabu (08/12) dini hari lalu membuat tim arahan Erik Ten Hag menyapu bersih 6 laga dengan kemenangan. 18 poin diraih, total 20 gol dicetak, dan hanya 5 kali kebobolan.
Dari total 6 laga yang dilakoni bersama Ajax, Sebastian Haller sudah cetak 10 gol. Dalam arti, Haller menyumbang setengah dari jumlah gol Ajax di Liga Champions sejauh ini. Otomatis Haller pun menjadi top skor. Rekor unik Haller melengkapi rekor Ajax sebagai tim Belanda pertama yang bisa menyapu bersih kemenangan di fase grup Liga Champions.
Padahal dulunya pemain ini ditebus 20,2 juta poundsterling dari West Ham pada Januari 2021 lalu. Belum genap setahun di ibu kota Belanda, sudah cukup membuat fans jatuh cinta sama performanya. Padahal, di Liga Eropa musim lalu, dia tidak terdaftar ke skuad Ajax gara-gara glitch komputer.
Beringasnya Haller tentu tidak lepas dari peran sang pelatih, Erik ten Hag. Sebelum di Ajax, Haller sendiri sudah pernah merasakan jadi pemain Ten Hag ketika 2 musim di Utrecht musim 2015/17). Kala itu Haller mampu mencetak 41 gol, jadi andalan tim yang rutin main 3-5-2.
Gaya Haller cocok dengan taktik menyerang Ten Hag. Dapat dikatakan, Haller kembali menemukan performa terbaiknya sejak bergabung dengan Ajax di Januari lalu.
Sebelumnya, dia telah menjalani masa yang sulit di Premier League. Selama 2 musim jadi ujung tombak West Ham, Haller hanya mampu cetak 10 gol di Premier League. Jumlah yang sama seperti torehan golnya di fase grup Liga Champions musim ini. [dan/tur]






