Jember (beritajatim.com) – Sebagian dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, diusulkan untuk membantu pembinaan atlet olahraga di daerah pemilihan masing-masing anggota parlemen.
Pokir adalah aspirasi masyarakat yang ditampung dan diusulkan oleh anggota DPRD untuk diperjuangkan dalam proses penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Pengusulan pokir berdasarkan hasil reses, rapat dengar pendapat, atau pertemuan terbuka yang dilakukan anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami nanti mengimbau mungkin minimal paling tidak anggota Komisi D bisa menempatkan pokirnya untuk masing-masing cabor. Artinya diberikan peluang dan ruang di regulasi kita. Nanti tinggal kita atur seperti apa,” kata Achmad Dhafir Syah, anggota Komisi D DPRD Jember dari Partai Keadilan Sejahtera.
Dhafir meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember untuk memetakan cabang olahraga yang layak mendapat bantuan pokir anggota DPRD. Dengan demikian pembinaan tidak dilakukan hanya menjelang pekan olahraga provinsi (porprov).
Dhafir berharap apresiasi tidak hanya diberikan kepada atlet dan pelatih berprestasi, tapi juga pengurus cabang olahraga. “Harapan kami ke depan, kami sangat men-support supaya cabor bisa diberikan hak yang sama, supaya cabor itu bisa berkesinambungan dalam pembinaan atlet,” katanya.
Dengan adanya stimulus dan insentif, Dhafir percaya, pengurus semua cabang olahraga akan berkompetisi secara sehat.
“Tentunya masing-masing cabor ingin berprestasi dan dihargai. Ketika mendapatkan apresiasi., maka mereka akan berusaha untuk mempertahankan prestasi dan berusaha lebih baik setiap Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jatim,” katanya.
Ketua Komisi D Sunarsi Khoris sepakat peruntukan sebagian dana pokir ini untuk pembinaan cabang olahraga. Ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan Jember menghadapi agenda kejuaraan seperti Porprov Jatim 2027.
Namun Khoris ingin tahu data perkumpulan cabang olahraga atau klub yang selama ini aktif dalam pembinaan di semua kecamatan. “Klub mana saja di wilayah daerah pemilihan mana saja yang sudah pernah mengajukan bantuan, atau klub cabor yang punya atlet unggulan. Ini perlu kita bina,” katanya, Jumat (9/5/2025).
Khoris meminta KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember memasok data tersebut kepada Komisi D. “Mohon data-data itu bisa dikirim ke kami dan kami bisa tindaklanjuti. Mana dapil asal atlet yang mendapatkan medali. Kita cari dan fasilitasi,” katanya.
Ketua KONI Jember Sutikno sejak lama ingin adanya penghargaan untuk pengurus cabang olahraga. Apresiasi bisa berupa pemberian sarana prasarana pembinaan dan latihan.
Oleh karena itu, Sutikno menyambut sinergi antara DPRD Jember dan KONI Jember untuk menentukan cabor yang layak mendapat pokir. “Silakan digodok sendiri cara pendistribusiannya,” katanya.
Sebenarnya lazim di semua daerah, KONI memperoleh dana hibah dari APBD untuk pembinaan olahraga. Namun KONI Jember selama ini tidak pernah mengelola dana hibah tersebut. Anggaran pembinaan olahraga dititipkan di Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember.
“Pertama dan terakhir kami mengelola dana hibah 2022. Setelah itu saya sendiri yang takut. Ternyata mengelola hibah sulitnya seperti ini. Cuma kasihan juga dengan pengurus cabang olahraga,” kata Sutikno.
Sutikno berharap ketua dan pengurus KONI mendatang harus siap mengelola dana hibah dengan persetujuan parlemen. “Insya allah kita berpikiran positif, saling mendukung,” katanya. [wir]






