Blitar (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menunjukkan kegamangan dalam menyikapi persoalan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tlogo 2 yang akan diubah menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Alih-alih memasang pagar betis untuk melindungi aset pendidikan, instansi yang dipimpin Agus Santosa ini justru terkesan memberi lampu kuning yang ambigu bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa tak berani menolak wacana SDN Tlogo 2 menjadi koperasi desa merah putih. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas perhubungan itu, hanya meminta agar pendidikan tak terganggu meskipun koperasi merah putih tetap dibangaun di lokasi SDN Tlogo 2.
“Sebisa mungkin kegiatan pendidikan tidak terganggu tapi misalnya dijamin tidak terganggu ya silakan saja itu dipakai (KDMP),” ungkap Agus Santosa pada Kamis (5/2/2026)
Dalam survei lapangan, terungkap bahwa luasan lahan yang dibutuhkan untuk membangun koperasi desa merah putih ini mencapai 1000 meter persegi. Itu artinya ada sejumlah bangunan SDN Tlogo 2 yang akan digusur termasuk 2 ruang kelas.
Kondisi ini tentu menjadi ironi. Pasalnya, SDN Tlogo 2 masih aktif digunakan untuk kegiatan beajar mengajar dengan 182 siswa. Memang, terdapat ruang kelas yang tidak terpakai di bagian belakang sekolah namun kondisinya sudah tidak layak.
Di tengah sikap gamangnya itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar meminta agar ada solusi jika sejumlah ruangan termasuk 2 kelas digusur. Tempat relokasi pun diminta disiapkan agar para siswa tetap bisa belajar.
“Bangunan yang sudah dibongkar itu kantor UPT kalau itu memang tidak digunakan. Informasinya kebutuhan KMP 1.000 meter persegi kalau misalnya segitu ya sampai sini dua ruang kelas perpus dan ruang guru dan ruang ekstra,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala SDN Tlogo 2, Sugianto menyebut bahwa dalam proses penentuan titik KDMP ini, pihaknya tak dilibatkan sama sekali. Kondisi ini tentu cukup disayangkan, mengingat SDN Tlogo 2 masih aktif digunakan untuk belajar mengajar siswa.
“Sekolah ini masih aktif masih ada 182 siswa,” ungkapnya pada Rabu (4/2/2026).
Sugianto menyebut bahwa pihaknya tidak pernah diajak komunikasi soal penentuan titik koperasi desa merah putih di SDN Tlogo 2. Pihaknya hanya menerima surat tembusan dari desa perihal pengajuan izin hibah aset SDN Tlogo 2 ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
“Mendapati itu kami langsung koordinasi dengan dinas pendidikan, untuk menyatakan bahwa sekolah ini masih aktif digunakan,” paparnya. [owi/beq]






