Malang (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Desa Pilkades (Pilkades) serentak gelombang kedua di Kabupaten Malang telah usai. Pilkades di 56 Desa itu, terbilang aman, lancar dan kondusif.
Ada 172 Calon Kades yang bertarung memperebutkan kursi petinggi tingkat Desa. Uniknya, sejumlah Calon Kepala Desa petahana atau incumbent, justru tumbang dalam Pilkades serentak yang digelar pada Minggu Legi tanggal 14 Mei 2023 kemarin.
Namun, kabar gembira justru datang dari keluarga Budiono ST, Kades incumbent yang memang punya trah keturunan sebagai seorang Kepala Desa di Kabupaten Malang. Jika pepatah mempertahankan lebih sulit dari pada merebut, Budiono ST sudah membuktikannya.
Budiono ST sukses terpilih kembali sebagai Kepala Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, untuk yang ketiga kalinya. Dengan begitu, Budiono ST akan kembali memimpin Desa Gedog Wetan selama 2023 hingga 2029 mendatang. “Alhamdulillah saya diberi amanah lagi oleh masyarakat. Semoga bisa memimpin Desa lebih baik lagi kedepan,” ungkap Budiono ST, Senin (15/5/2023).
Diketahui, Budiono ST ternyata putra kandung dari H.Sunarko yang notabene, adalah Kepala Desa Gedog Wetan sejak tahun 1981, hingga mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2001 silam.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/kapolres-malang-pastikan-pilkades-aman-dan-lancar/
Budiono ST lahir dari pasangan H.Sunarko dan Hj.Kasiyati. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Hebatnya, selain Budiono dan ayahnya, adik kandungnya atau si bungsu, juga terpilih sebagai Kepala Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
“Adik kandung saya juga terpilih, namanya H. Agus Wahyudi SE, terpilih di Desa Majangtengah Kecamatan Dampit untuk periode 2023-2029 mendatang,” beber Budiono.
Budiono menceritakan, ayah kandungnya adalah mantan Kepala Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, periode 1981 hingga 2001. “Kalau adik saya Haji Agus Wahyudi SE, baru ikut Pilkades tahun ini dan terpilih sebagai Kepala Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit,” tuturnya.
Budiono berharap, kedepan, sesuai dengan visi misinya yang bertajuk ‘Guyub Rukun Saklawase’, bakal melanjutkan pembangunan Desa Gedog Wetan ke arah yang lebih baik dan sejahtera. “Kedepannya kami tinggal melanjutkan beberapa titik-titik pembangunan yang harus diselesaikan,” tegas Budiono.
Program kerja berikutnya, sambung Budiono, yakni akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik pelayanan administrasi dan semuanya yang ada di pemerintahan Desa Gedog Wetan agar lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.
“Setelah pandemi covid-19 saat ini, kondisi ekonomi masyarakat mulai menggeliat. Untuk itu, kami bersama masyarakat akan berupaya meningkatkan taraf hidup dengan mengembalikan perekonomian. Salah satunya melalui peningkatkan kinerja BUMDes. Meskipun kita punya pasar, tetapi diakui atau tidak, saat pandemi kemarin terjadi penurunan daya beli,” tegas Budiono, alumni Universitas Merdeka Malang ini. (yog/kun)






