Ponorogo (beritajatim.com) – Jemaah haji dari Kabupaten Ponorogo sudah sampai ke bumi reog tadi malam (19/7).
Laporan dari panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dari Ponorogo yang pulang ke tanah air sebanyak 193 orang. Masih ada satu haji lagi asal Ponorogo yang saat ini tertahan di tanah Suci.
Yakni ibu Hj. Sainem asal dari Kecamatan Bungkal. Tertahannya ibu yang berusia 64 tahun bukan ketinggalan pesawat atau apa, melainkan karena dalam keadaan sakit. Saat akan pulang, dan sudah berada di Kota Jeddah, yang bersangkutan dinyatakan oleh dokter sakit. Sehingga tidak dimungkinkan untuk pulang bersama rombongan.
“Ada satu haji asal Ponorogo yang masih berada di tanah Suci. Yakni ibu Hj. Soinem, dalam keadaan sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di negara Saudi Arabia,” kata Kepala kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Moh. Nurul Huda, Rabu (20/7/2022).
Sebetulnya, kata Huda nama panggilan Moh. Nurul Huda mengungkapkan bahwa ibu Hj Sainem tidak memiliki riwayat sakit resiko tinggi. Semua proses ibadah di tanah haram itu sudah dilakukan semua oleh beliau. Di Madinah, Mekkah, Arofah, Musdalifah dan Mina kondisi Hj Sainem baik-baik saja. Pun juga dalam menjalankan proses syarat, rukun, wajib dan sunah hajinya sudah dilakukan olehnya.
“Nah, begitu mau pulang sampai di Jeddah, beliau badannya panas. Terkaya saturasi oksigen di tubuhnya kurang,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, dokter yang bertugas disana, menyarankan untuk memulihkan dulu kesehatannya di tanah suci. Sehingga Hj Sainem dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Jeddah. Menurut Huda, meski hanya sendiri, Hj Sainem dirawat oleh petugas-petugas kesehatan asal Indonesia.
“Beliau saturasi oksigennya kurang. Kalau dipaksakan pulang, jika ada tekanan tertentu di dalam pesawat, dikhawatirkan mengakibatkan sesuatu yang tidak diharapkan,” ungkapnya.
Terkait kepulangan bu Hj Sainem, Huda menyebut pihaknya akan melihat perkembangan kesehatan yang bersangkutan dulu. Ketika kondisinya semakin baik dan ada sloting penerbangan ke tanah air, maka akan segera di pulangkan ke Indonesia.
“Semoga beliau segera sehat, sehingga bisa diikutkan kloter yang akan pulang ke Indonesia,” harapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji-ponorogo”]
Diberitakan sebelumnya, tangis haru bahagia mengiringi kepulangan 193 jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo pada Selasa (19/7) malam. Keluarga jemaah haji tak henti-hentinya melantunkan sholawat saat menunggu kedatangan para jemaah di jalan sekitar kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo di Jalan Ir. Juanda. Ya, penjemputan jemaah haji yang sebelumnya direncanakan di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, akhirnya diganti di kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo. Sebab, komplek Pendopo Agung bakal digunakan untuk kegiatan Khotmil Quran Rebu pahing.
“Alhamdulillah, jemaah haji seluruh Ponorogo dapat melakukan seluruh rangkaian, syarat, rukun dan wajib bahkan sunahnya berhaji,” kata Kepala kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Moh. Nurul Huda, Rabu (20/7/2022).
Huda menceritakan jemaah haji Kabupaten Ponorogo berangkat ke tanah suci pada tanggal 7 Juni 2022 lalu, dan pulang sampai Ponorogo tanggal 19 Juli 2022. Total ada 42 hari, para jemaah berada di tanah suci Saudi Arabia.
“Selama 42 hari, kita berada di tanah suci,” ungkap Nurul Huda.
Huda mengungkapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Ponorogo yang merupakan haji reguler ini, menurut Ia merupakan haji plus plus plus. Alasannya, pertama tahun ini bisa berangkat ke tanah suci. Kemudian bisa wukuf di hari jumat, dan itu bisa disebut haji akbar. Yang tak kalah pentingnya, fasilitas dan pelayanan di sana, serasa pelayanan bintang lima.
“Fasilitas baik hotel, di Arofah, Musdalifah serasa berada di hotel bintang lima, luarbiasa tahun ini,” katanya. (end/ted)






