Jember (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja merelokasi 248 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur. Relokasi dilakukan karena alun-alun akan direnovasi DinasDinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember pada 25 Mei hingga akhir Juli 2023.
“Sosialisasi sudah dilaksanakan. “Tinggal menunggu eksekusi. Begitu Kepala Dinas Cipta Karya bilang ‘go’, berangkat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jember Edy Budi Susilo, Sabtu (20/5/2023).
Para PKL tersebut terdiri atas pedagang makanan dan minuman, pedagang mainan, dan pedagang kopi keliling. Mereka akan ditempatkan di di depan masjid Jamik dan di sekitar SMKN 4 Jember di Jalan Kartini dan diatur sedemikian rupa. “Yang penting tidak masuk ke badan jalan,” kata Edy.
Edy menegaskan, pembatasan jam operasional akan diberlakukan. “Operasionalnya jam tiga sore sampai satu dini hari. Rombong dibawa pulang. Jam empat sore mereka mulai tata-tata,” katanya.
Penataan ini menggeser lokasi parkir di depan masjid Jamik Al-Baitul Amien ke Jalan Sudarman depan kantor Pemkab Jember. “Dengan demikian arus lalu lintas tetap lancar,” kata Edy.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jember Rahman Anda sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jember dan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jember untuk merekayasa lalu lintas untuk melancarkan pelaksanaan perbaikan. “Rencananya pedagang kaki lima kami relokasi. Tempatnya mungkin sementara di Jalan Kartini,” katanya.
Perbaikan alun-alun meliputi lintasan joging (jogging track), trotoar, dan sarana olahraga di alun-alun. “Lapangan basket kami pindah ke barat, digabung dengan lapangan bola voli. Kami juga akan membuat panggung di sebelah timur. Sementara pekerjaannya empat ruang lingkup itu,” kata Rahman.
Bagaimana dengan lapangan rumput? “Tidak ada, tapi nanti kami akan tetap perbaiki,” kata Rahman.
Perbaikan tak hanya di alun-alun. Namun juga trotoar di pusat kota. “Perbaikan trotoar mulai ruas Jalan Gajah Mada di depan KFC (Kentucky Fried Chicken) hingga Jompo. Lalu, ruas Jalan Sultan Agung, mulai Jompo hingga Masjid Al-Baitul Amien,” kata Rahman.
Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 15 miliar. Rinciannya, Rp 7,2 miliar untuk perbaikan alun-alun dan sejumlah Rp 8 miliar untuk perbaikan trotoar. Namun nominal perbaikan anggaran alun-alun itu bisa turun sesuai hasil lelang dan nilai kontrak. Lelang perbaikan alun-alun sudah memasuki masa sanggah dan perbaikan trotoar sudah kontrak. [wir]






