Ringkasan Berita:
- Tim SAR Malang mengerahkan hingga 50 personel untuk pencarian korban hanyut di Sungai Brantas.
- Korban diduga terseret arus saat kegiatan pladu Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo.
- Area pencarian menyusuri sungai sepanjang 4,6 kilometer hingga Bendungan Serut.
- Kondisi air keruh dan debit sungai fluktuatif menjadi kendala pencarian.
Blitar (beritajatim.com) – Memasuki hari kedua, upaya pencarian terhadap Isnaini, warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Brantas saat kegiatan flushing atau pladu Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo terus dilakukan.
Korban diduga hanyut saat mencari ikan di tengah fenomena pladu bendungan yang terjadi pada Senin (18/5/2026).
Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WIB dari BPBD Kabupaten Blitar.
Merespons laporan itu, tim SAR langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan langkah tanggap darurat dan operasi pencarian korban.
Dalam operasi hari kedua ini, tim gabungan mengerahkan sekitar 40 hingga 50 personel untuk menyisir aliran Sungai Brantas sepanjang 4,6 kilometer.
Area pencarian dilakukan mulai dari Bendungan Wlingi Raya hingga menuju Bendungan Serut di wilayah Lodoyo, Kabupaten Blitar.
“Untuk pencarian hari ini, tim melakukan penyisiran arus sungai di sekitar lokasi kejadian. Jika korban belum ditemukan, area pencarian akan diperluas hingga ke Bendungan Serut,” ungkap Imam, Selasa (19/5/2026).
Untuk mendukung proses pencarian, tim SAR mengerahkan satu unit perahu karet guna melakukan penyisiran melalui jalur air.
Selain itu, personel juga disiagakan di sejumlah titik strategis di jalur darat, termasuk di area jembatan Bendungan Serut sebagai titik pemantauan arus sungai.
Menurut Imam, operasi pencarian menghadapi tantangan cukup berat akibat kondisi air Sungai Brantas yang keruh setelah proses flushing bendungan dilakukan.
Selain jarak pandang yang terbatas, perubahan debit air yang fluktuatif juga menyulitkan proses pencarian di lapangan, terutama pada bagian bawah aliran sungai.
Meski demikian, tim gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan harapan korban segera ditemukan.
Sebelumnya, tiga warga Blitar dilaporkan hanyut saat kegiatan pladu Bendungan Wlingi berlangsung. Dari tiga korban tersebut, dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian. [owi/beq]






