Blitar (beritajatim.com) – Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan seekor sapi kurban yang suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). Beruntungnya sapi tersebut belum sampai tersembelih.
Oleh petugas kesehatan hewan Kota Blitar, sapi tersebut pun langsung disuruh mengganti dengan yang lain. Sapi kurban yang suspek PMK tersebut juga langsung diisolasi oleh sang pemilik.
Perlu diketahui sapi yang suspek dan positif PMK memang tidak boleh dikonsumsi manusia. Adapun ciri ciri sapi yang terjangkit PMK adalah demam, mengeluarkan air liur banyak pincang hingga berat badan menurun.
“Kemarin, kami juga menemukan satu ekor sapi yang hendak dipotong terindikasi terkena PMK dan langsung diganti. Kami hanya menemukan satu ekor pada sapi yang terindikasi PMK,” kata Dewi Masitoh, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Selasa (18/06/2024).
Selain menemukan hewan kurban yang suspek PMK, petugas kesehatan hewan juga menemukan ratusan hati sapi dan kambing yang positif mengandung cacing pita. Total ada 128 ekor sapi yang hatinya terdeteksi mengandung cacing pita.
Sementara pada kambing, petugas menemukan 88 ekor yang positif mengandung cacing pita. Hati sapi dan kambing yang positif mengandung cacing pita ini pun langsung dibuang oleh petugas.
Sementara untuk daging sapi dan kambing tetap bisa dikonsumsi oleh warga. Pada kasus cacing pita ini memang yang dibuang hanya bagian organ yang didapati cacing pita saja, sementara untuk daging masih aman dikonsumsi. “Hati hewan kurban yang terkena penyakit cacing kami minta diafkir, sedang untuk dagingnya aman,” imbuhnya.
Petugas juga menemukan penyakit radang paru-paru pada dua ekor sapi yang dipotong. Selain itu, petugas juga menemukan penyakit radang paru-paru pada 21 ekor kambing yang dipotong.
Petugas melakukan pemantauan hewan kurban selama 4 hari mulai Senin (17/06/2024) hingga Rabu (20/06/2024). Total petugas yang diterjunkan untuk memantau kesehatan hewan kurban ini sendiri mencapai 60 orang. “Sampai saat ini, teman-teman masih keliling melakukan pemantauan hewan kurban yang akan dipotong,” tutupnya. (owi/kun)






