Malang (britajatim.com) – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Suwaru, yang terletak di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, menggelar perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan cara yang unik dan penuh makna.
Pada tanggal 23-24 Agustus 2025, acara bertajuk Sangkar 4.0 ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat melalui kebhinnekaan dan kolaborasi budaya. Sangkar 4.0 yang diprakarsai oleh Komisi Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa (KPPM) GKJW Suwaru mengusung tema besar “Menyatukan Perbedaan dengan Harmoni dan Penuh Kehangatan,” yang dirancang untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.
Dalam acara yang berlangsung selama dua hari ini, pengunjung dapat menikmati berbagai stand bazar yang menawarkan jajanan khas tempoe doeloe. Puluhan pedagang lokal turut meramaikan acara ini, memperkenalkan produk-produk tradisional yang menggugah selera.
Joshua Destrinanda, Ketua Pelaksana Sangkar 4.0, menjelaskan bahwa acara ini adalah hasil dari kreativitas pemuda-pemudi GKJW Suwaru yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan momen berharga bagi masyarakat.
“Sangkar 4.0 di tahun ini kami mempunyai tema besar yakni menyatukan perbedaan dengan harmoni dan penuh kehangatan. Meski dengan persiapan yang singkat semoga kegiatan ini menjadi berkesan bagi semuanya dalam peringatan HUT ke 80 RI,” ujarnya, Sabtu malam (23/8/2025).
Selain bazar, acara ini juga menyuguhkan hiburan yang bervariasi, mulai dari penampilan seni tradisional, grup band, hingga penampilan dari Disc Jockey (DJ). Ini menjadikan Sangkar 4.0 lebih dari sekadar bazar, namun juga menjadi ajang berkumpul dan menikmati hiburan.
Tak hanya itu, setiap pengunjung yang berbelanja di acara ini juga berkesempatan mengikuti undian doorprize dengan pembelian minimal Rp20.000.
Pendeta GKJW Suwaru, Ayub Santoso, juga memberikan apresiasi kepada pemuda-pemudi gereja yang telah menggagas acara ini. “Semoga dengan komposisi keberagaman sebagai bahan dasar persatuan. Semoga kebersamaan malam ini memperkuat kebersamaan persatuan dan menjadi hal yang baik kedepannya,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

Tidak hanya dari kalangan gereja, dukungan juga datang dari Pemdes Suwaru. Sekretaris Desa, Suryani Candraningsih, mengapresiasi kegiatan tersebut dan memastikan dukungan penuh dari Pemdes.
“Kami apresiasi atas ide-ide para pemuda pemudi gereja, terimakasih untuk semua pihak. Dari Pemdes mendukung penuh dan akan menjaga kegiatan ini sampai selesai,” ujarnya.
Melalui acara ini, Sangkar 4.0 tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kemerdekaan, namun juga sebagai cara untuk mempererat kebersamaan antarwarga yang berasal dari berbagai latar belakang. Acara ini mengajarkan kita bahwa kemerdekaan bukan hanya soal perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan harmoni dalam perbedaan, serta mendongkrak perekonomian lokal. [suf]






