Mojokerto (beritajatim.com) — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan Pemasyarakatan Bersih-Bersih fasilitas umum.
Aksi sosial ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap lingkungan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan Pemasyarakatan Bersih-Bersih difokuskan pada pembersihan tempat ibadah dan fasilitas umum di sekitar lingkungan warga, seperti tempat pemakaman umum serta area publik lainnya. Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama warga binaan turun langsung bergotong royong membersihkan area dan memperbaiki fasilitas yang membutuhkan penataan.
Di Kabupaten Mojokerto, kegiatan Pemasyarakatan Bersih-Bersih dipusatkan pada renovasi dan pengecatan Masjid Khoirul Amaliyah yang terletak di Dusun Belik, Desa Bendung, Kecamatan Jetis. Perbaikan dilakukan untuk memperindah masjid agar lebih nyaman digunakan masyarakat beribadah selama bulan Ramadhan.
Selain itu, petugas dan warga binaan juga membersihkan area jogging track di bantaran Sungai Brantas, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pembersihan meliputi pengangkatan sampah, perapian lingkungan, hingga memastikan kawasan tetap aman dan layak digunakan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan yang menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kepada warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemasyarakatan di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun sinergi dan kepercayaan publik. Selain itu, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga didorong berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ungkapnya, Senin (16/2/2026).
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan berbasis kemasyarakatan sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara pemasyarakatan dan masyarakat. Program ini diharapkan membawa manfaat nyata serta menjadi momentum menyambut Ramadhan dengan lingkungan yang bersih, rapi, dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Pengurus Masjid Khoirul Amaliyah turut mengapresiasi bantuan renovasi dan pengecatan yang dilakukan Lapas Kelas IIB Mojokerto tersebut. “Masjid kini menjadi lebih bersih dan indah sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman menjelang Ramadhan 1447 H,” ujarnya. [tin/suf]






