Malang (beritajatim.com) – Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024 mendatang, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili berpesan, agar seluruh pengurus dan warga Nahdliyin, ikut mensukseskan Pemilu dan Pilpres 2024 dengan santun dan bermartabat.
Kiai Hamim juga berpesan agar warga Nahdliyin di Kabupaten Malang pada khususnya, untuk menyambut gelaran Pilpres 2024 dengan penuh suka cita dan riang gembira.
“Kita sebagai warga Nahdlatul Ulama jangan ikut memanaskan konstalasi politik dibawah. Kita harus riang gembira, ya ini namanya pesta demokrasi. Namanya pesta ya kita harus senang dan gembira,” ungkap Kiai Hamim pada beritajatim.com di kediamannya Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (25/10/2023) siang.
Kiai Hamim menjelaskan, tiga pasangan Capres dan Cawapres yang kini sudah mengemuka, adalah sosok dan figur yang memang pantas untuk memimpin Indonesia. “Secara politik NU ini netral. Kita netral, kami memandang tiga pasangan ini orang baik semua, seperti yang disampaikan Presiden, kita dukung semuanya,” tegas Kiai Hamim.
Selama masa kampanye dan pencoblosan dalam Pilpres nantinya, sambung Kiai Hamim, NU secara kelembagaan akan memilih langkah pasif. “Masa Kampanye NU akan off, biar seluruh warga Nahdliyin punya hak berpolitik, monggo berpolitik, silahkan berpolitik, tapi jangan bawa bawa atribut NU. Karena kami sudah off, artinya jika ada yang memakai atribut NU untuk kampanye politik artinya sebuah pelanggaran,” ujar Kiai Hamim.
Kiai Hamim juga mempersilahkan seluruh warga Nahdliyin, mendukung dan memilih pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden sesuai kehendak hati nurani masing masing. “Ya silahkan warga Nahdliyin memilih sesuai hati nurani masing masing. Kalau dalam Islam itu kan Istikharoh lah, mana pasangan calon yang memang pantas dan baik untuk didukung,” ucapnya.
Kiai Hamim menambahkan, warga Nahdliyin berhak memilih sesuai hati nuraninya. “Hak warga Nahdliyin sesuai hati nuraninya, tidak bisa dipaksakan. Siapa pasangan calon yang bisa membawa Indonesia ke level internasional baik secara makro dan mikro, karena ini urusan negara kita tidak boleh main main, harus betul betul pemimpin yang memang bisa memimpin Indonesia baik dari segi ekonomi, Indonesia bisa maju, keamanan juga terjaga, ketertiban terjaga, maka kita Nahdlatul ulama jangan ikut memanaskan konstalasi politik dibawah. Kita harus riang gembira,” pungkas Kiai Hamim. (yog/kun)
BACA JUGA: Pesan Pj Wali Kota Malang saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad di PCNU






