Surabaya (betitajatim.com) – Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) di Pelabuhan Tanjung Perak mulai mematangkan kesiapan fasilitas dan operasional. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang serta memastikan pelayanan selama arus mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan tertib.
Peningkatan kapasitas menjadi fokus utama manajemen terminal melalui penambahan ruang tunggu sementara yang dilengkapi dengan kursi tambahan dan tenda ekstra untuk menampung kepadatan penumpang di titik puncak arus mudik.
Demi mewujudkan layanan yang inklusif, Terminal GSN kini menyediakan:
* Ruang Prioritas Khusus: Diperuntukkan bagi lansia, ibu dengan balita, serta penyandang disabilitas guna memberikan kenyamanan lebih.
* Area Playground: Tersedia di tiga titik berbeda di area terminal agar anak-anak tidak jenuh selama menunggu keberangkatan.
* Informasi Digital: Layar jadwal sandar kapal ditampilkan secara real-time untuk memudahkan akses informasi perjalanan bagi penumpang.
Mengingat kondisi cuaca yang cenderung ekstrem, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Manajemen terminal secara berkala mengecek kesiapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta hidran di seluruh area. Selain itu, sterilisasi area diperketat dari pihak yang tidak berkepentingan demi menjaga ketertiban.
Menariknya, untuk memudahkan penumpang mengenali petugas resmi, para portir kini difasilitasi dengan seragam khusus dan kartu identitas (ID Card). Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kebingungan penumpang saat memerlukan bantuan pengangkutan barang.
Komitmen Pelayanan Terpadu.
Branch Manager Kalimas Terminal Penumpang GSN, Ana Adilya, menegaskan bahwa seluruh persiapan ini melibatkan koordinasi intensif dengan stakeholder di bawah komando Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Sebuah Posko Mudik Lebaran 2026 juga telah disiapkan sebagai pusat koordinasi layanan.
“Harapannya masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar melalui Terminal Gapura Surya Nusantara,” ujar Ana Adilya.[rea]






