Pasuruan (beritajatim.com) – Kekecewaan para atlet Kota Pasuruan atas anjloknya nilai bonus prestasi kini menemui titik terang mengenai penyebab utamanya. Pemerintah Kota Pasuruan secara terbuka menunjuk kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) sebagai pemicu utama kekacauan anggaran ini.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan bahwa kemampuan finansial daerah sedang lumpuh akibat pemotongan anggaran dari pusat yang nilainya sangat signifikan. Kebijakan dari pusat tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan rasionalisasi besar-besaran, termasuk menyunat hak para atlet berprestasi.
“Secara teknokratisnya kan kita tahu semua, TKD kita dikurangi cukup banyak dan prosesnya tidak tiba-tiba,” tegas Adi Wibowo menyalahkan berkurangnya kucuran dana pusat.
Dampak dari kebijakan pusat ini ternyata sangat sistemik dan tidak hanya merugikan sektor olahraga di Kota Pasuruan. Hampir seluruh program kerja daerah kini berada dalam status mati suri karena pemerintah kota kehilangan sumber pendanaan utama mereka.
Pemerintah daerah mengaku tidak berdaya mempertahankan nilai bonus sebelumnya karena kapasitas keuangan yang terus dipangkas dari atas. Situasi ini dinilai sangat ironis mengingat tuntutan prestasi bagi para atlet justru semakin tinggi di tengah keterbatasan dana. “Kebutuhannya agak bertambah, tapi kapasitas keuangan kita pas dikurangi semua (oleh pusat),” ungkapnya.
Kondisi fiskal yang terjepit ini membuat banyak janji program strategis terpaksa dibatalkan atau ditunda tanpa kejelasan waktu. Para atlet kini menjadi pihak yang paling terdampak langsung dari ketidakmampuan daerah menutupi defisit akibat pemotongan dana pusat tersebut.
Sebagai langkah darurat, Pemkot Pasuruan hanya bisa menjanjikan upaya penyusunan ulang anggaran pada mekanisme Perubahan APBD mendatang. Namun, janji ini tetap bergantung pada sisa-sisa kapasitas keuangan yang sudah terlanjur dikurangi secara drastis oleh pemerintah pusat. “Hampir boleh dikatakan semuanya dikurangi, bahkan banyak program-program yang kita hold, kita tunda, dan sebagainya,” pungkasnya. (ada/kun)






