Lamongan (beritajatim.com) – Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj menyebutkan 5 syarat jadi Capres-Cawapres pada Pemilu 2024. Hal itu disampaikan Kiai Said Aqiel dalam tausiyahnya pada kegiatan Sholawat Persatuan Indonesia yang digelar Partai Perindo bersama Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD, Sabtu (13/1/2024) malam.
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo bersama jajaran, Ketua DPW Perindo Jawa Timur, dr. Faida, DPD Perindo Lamongan, Para Caleg, Relawan Ganjar Mahfud dan ribuan masyarakat pesisir.
“Syarat jadi Presiden dan Wakil Presiden ada 5, pertama harus berilmu, harus punya pengetahuan yang mumpuni. Jangan kamu pilih atau ikuti orang yang tidak berilmu, karena semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU tersebut.
Syarat kedua, sebut Kiai Said, harus mampu berlaku adil. Menurutnya, pemimpin yang amanahlah yang akan mampu menegakkan keadilan di Indonesia.
“Jangan berbuat tidak adil, terhadap orang yang tidak mendukungmu. Pemimpin harus adil walaupun kepada orang yang tidak mendukung. Demokrasi tidak akan tegak tanpa keadilan,” imbuhnya.
Kemudian untuk syarat ketiga, Kiai Said menuturkan, bahwa pemimpin harus punya sifat zuhud, yakni tidak tamak dan rakus. Dengan demikian, pemimpin tidak gampang goyah dan tergoda oleh gemerlapnya dunia.
“Syarat keempat adalah berani. Berani mengatakan yang hak walaupun itu pahit. Lalu syarat kelima sehat fisik dan mentalnya, tidak emosian dan mampu berfikir logis,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kiai Said berharap, Pemilu 2024 bisa berjalan secara jujur dan adil, serta bangsa Indonesia tetap utuh dan tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan.
“Semoga Pemilu mendatang bisa berjalan Jurdil. Kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh hawa nafsu. Mari kita berdoa agar bangsa kita tetap utuh dan bersatu. Indonesia aman,” harap Kiai Said.
“Mari kita sukseskan Pemilu dengan bermartabat dan berakhlaqul karimah, jangan sampai ada kecurangan, atau hal-hal yang merugikan dan merusak demokrasi. Tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang faham demokrasi. Yang kita hendaki aparat harus netral,” pungkasnya. [riq/suf]






