Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2024 disahkan menjadi Rp 5,25 Triliun. APBD tahun 2024 tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 846 miliar dibanding APBD di tahun sebelumnya yakni mencapai Rp 4,41 Trilliun.
Pengesahan itu dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (26/10/2023) lalu. Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sidoarjo, Moch. Agil Efendi mengatakan APBD merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo yang dibahas dan disetujui bersama oleh eksekutif dan legislatif.
Pada prinsipnya penyusunan APBD Sidoarjo didasarkan pada kebutuhan penyelenggara urusan pemerintahan, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, tepat waktu, transparan, partisipatif dan tidak bertentangan dengan kepentingan umum.
Selain itu, dalam penyusunannya juga harus terukur secara rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum penerimaan. Dan belanja daerah dapat digunakan untuk melaksanakan urusan pemerintahan baik urusan wajib maupun urusan pilihan.
“Belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai terkait pelayanan dasar yang sudah ditetapkan dengan standar pelayanan minimum serta berpedoman pada standar teknis dan harga satuan regional sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Moch Agil Efendi.

Setelah dilakukan pengkajian secara seksama atas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2024, serta berbagai evaluasi, koreksi dan masukan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sidoarjo, dan dengan tetap menjunjung asas musyawarah mufakat serta didasarkan pada pertimbangan potensi dan perkembangan kondisi riil di lapangan, akhirnya disepakati penyempurnaan dan perbaikan raperda tentang APBD tahun 2024.
Pendapatan daerah yang sebelumnya mencapai Rp 4,06 triliun, ditarget akan mengalami peningkatan di tahun 2024 menjadi Rp 4,90 triliun. Dengan kisaran kenaikan pendapatan sebesar Rp 846 miliar. Adapun belanja daerah yang sebelumnya Rp 4,4 trilliun juga mengalami peningkatan belanja daerah sebesar Rp 5,2 triliun, dengan kisaran kenaikan belanja sebesar Rp 846 miliar. Sedangkan untuk pembiayaan daerah tidak ada perubahan yakni sebesar Rp 350 miliar.
“Melihat peningkatan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, legislatif meminta kepada eksekutif untuk fokus dalam menjalankan dan merealisasikan program prioritas sesuai target yang ada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tegasnya.
Selain itu, eksekutif juga diminta melaksanakan rekomendasi Banggar yang tertuang dalam laporan dan rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2024, serta menjalankan program dan kegiatan sesuai perencanaan yang telah dibuat. Sehingga realisasi pendapatan dan belanja daerah dapat berjalan maksimal.
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengapresiasi atas terlaksananya pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang APBD tahun 2024. Rancangan APBD tahun 2024 disusun dengan pendekatan kinerja yang berpedoman pada prinsip, tertib, efektif, ekonomis, efisien, partisipatif, transparan dan bertanggungjawab seta memperhatikan asas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat Sidoarjo.
“Syukur Alhamdulillah bahwa pembahasan penyusunan RAPBD dapat dituntaskan sesuai target waktu yg ditentukan. Proses selanjutnya akan dilakukan evaluasi oleh gubernur . Dimana evaluasi tersebut untuk menguji kesesuaian dengan peraturan perundang – undangan baik dari aspek teknis, material dan legalitas.

Gus Muhdlor menyatakan kesiapannya dalam menuntaskan program-program kerjanya dalam 17 Kerja Sidoarjo Emas. Sebagian besar program tersebut telah terlaksana dan sisanya akan direalisasikan pada 2024 mendatang. Realisasi APBD tahun 2024 tetap berpatokan pada prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Periode 2021 sampai 2026.
Salah satu program prioritas lagi yang segera terwujud ialah cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage). Program tersebut menjangkau jaminan layanan kesehatan untuk seluruh warga Sidoarjo.
“Mereka bisa berobat gratis di fasilitas kesehatan. UHC ini start Desember (2023) kita bayarkan. Dan, Januari 2024 sudah on semuanya,” tegasnya usai sidang paripuna.
Selain itu pembangunan gedung untuk anak-anak muda Kota Delta bakal segera diwujudkan. Youth Center atau Pusat Kreativitas Anak Muda itu dibangun dengan lebih mengutamakan kontennya dibandingkan dengan bangunannya. Sebab, anak-anak muda ini tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Menurutnya, bangunan fisik gedung yang megah saja kurang efektif jika jarang ditempati. “Anak-anak muda lebih suka mengeksplorasi apa yang ada di pikirannya tanpa dibatasi ruangan. Jadi, Youth Center lebih bertumbuh pada konten, bukan fisik,” tandasnya. (isa)






