Jember (beritajatim.com) – Tubuh Bupati Hendy Siswanto harus terguncang saat kendaraan yang ditumpanginya melewati jalan di Dusun Taman Gluguh, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (10/4/2022). Kondisi jalan yang dilalui rusak parah.
Hendy mendatangi desa tersebut karena melaksanakan kegiatan Wes Wayahe Jember Berbagi. Dalam kegiatan ini, ia diagendakan mengunjungi sejumlah masjid di 120 desa selama bulan Ramadan. Selain memberikan bantuan sosial, ia juga melaksanakan salat duhur, asar, magrib, dan isya berjamaag di sana.
Hendy sempat menyampaikan kondisi jalan yang rusak kepada jamaah Masjid Nurul Hidayah yang dikunjunginya. “Saya tadi merasakan jalannya rusak semua. Sebelum ditanya (warga), ya saya tanya dulu: jalan rusak ya? Dijawab iya oleh semua. Artinya, warga Dusun Taman Gluguh ini tidak merasakan (kondisi) jalan yang betul. Dan ini Pemkab Jember wajib turun (menangani),” katanya.
Hendy berjanji akan mengecek dulu perencanaan perbaikan jalandi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga. “Mudah-mudahan bisa diselesaian tahun ini. Kalau pun tidak bisa, tahun depan harus bisa,” katanya.
Menurut Hendy, problem krusial di Badean hanya jalan. “Kerjasama masyarakatnya bagus. Ekonomi kita di sini tinggal mengemas, yakni kopi. Perlu tim dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan harus masuk ke dalam untuk mengemas,” katanya. Ia ingin kopi produk warga Badean diregister dan disertifikasi secara gratis.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Sebelumnya di waktu dan tempat yang berbeda, Hendy sempat memastikan sebagian jalan dari proyek perbaikan jalan sepanjang 922 kilometer yang dibiayai dengan anggaran tahun jamak sudah mulus saat memasuki lebaran. “Beberapa paket sudah ada yang selesai 30 persen dan 60 persen. Average-nya belum kami hitung. Insya Allah, di lebaran kita targetkan minimal 65 persen selesai,” katanya.
Menurut Hendy, perbaikan dipercepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Kalau itu jadi, perputaran ekonomi kita bagus. Supaya masyarakat juga enak, ada gairah sehingga ekonomi berjalan. Memang sudah parah semua, dan tidak ada lain solusinya selain diselesaikan, lebih cepat lebih bagus,” katanya. [wir/but]






