Tuti Yoppi Punu mendadak jatuh rindu. “Kangen pernah jadi kuli tinta dulu dan tahu sulitnya jadi wartawan. Bagaimana harus memulai sebuah tulisan, harus berpikir panjang dan butuh fokus. Tidak boleh diganggu,” kata perempuan berjilbab ini kepada beritajatim.com, Rabu (10/3/2022).
Tuti adalah Manajer Pengelolaan Destinasi dan Pemasaran Kesatuan Bisnis Mandiri Ekowisata Perhutani Jawa Timur. Sebelum bekerja mengurusi hutan, ia menjadi jurnalis media massa lokal di Palu, Sulawesi Tengah, dan sekaligus kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako pada 1999.
[berita-terkait number=”5″ tag=”perhutani”]
Tahun 2006, ibu dua anak ini hijrah ke Jawa Timur dan menjadi pegawai Perhutani. Pengalamannya menjadi wartawan membuat Tuti mudah akrab dengan banyak orang. Dia juga cakap berkomunikasi dalam memecahkan persoalan, sebagaimana ditunjukkan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur, tempo hari.
Saat ini, Tuti mengelola dan mengembangkan sejumlah lokasi Perhutani yang menjadi destinasi wisata. “Wisata juga menjadi konsentrasi kami. Kami berharap di setiap lokasi wisata yang dikelola Perhutani, kami bisa bersinergi dengan baik dengan pemerintah daerah,” katanya.
“Itu sudah kami lakukan, seperti di Mojekerto, kami bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Itu perpanjangan perjanjian kerjasama. Kami juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,” kata Tuti.
Pengelolaan destinasi wisata di area Perhutani terbagi dua, yakni oleh Kesatuan Bisnis Mandiri dan Kesatuan Pemangku Hutan. “Yang dikelola KBM ada sepuluh lokasi. Sementara kami punya banyak sekali lokasi wisata, kurang lebih 700 lokasi. Di Jember banyak, di Malang banyak,” kata Tuti.
KBM Perhutani Jatim menargetkan pemasukan Rp 20 miliar dari sektor wisata pada 2022. Perhutani berusaha melakukan perbaikan kualitas, antara lain melakukan standardisasi pengelolaan wisata alam. “Konsentrasi kami wisata alam bukan wisata buatan, seperti di Papuma Jember, kami berusaha bagaimana membangun konsep wisata alam,” kata Tuti.
Perhutani berharap bisa bersinergi dengan banyak pihak. “Dengan pemkab atau siapapun. Makin banyak yang bersinergi, makin maju sebuah destinasi wisata,” kata Tuti. [wir/suf]







