Surabaya (beritajatim.com) – Orang di sekitar Anda, atau bahkan teman terdekat Anda mungkin sedang berjuang melawan mental illness. Dalam membantu teman yang melawan mental illness, terkadang membingungkan karena tidak bisa sembarangan. Sebab bisa jadi serba salah karena tidak paham apa yang harus dilakukan untuk mensupportnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya dengan Anda menjadi pendengar yang baik, sering keep in touch dan menemani mereka itu sudah cukup untuk mensupport mereka. Namun hal yang perlu diingat, untuk mensupport teman itu, Anda juga harus dalam kondisi fisik dan mental yang baik dulu. Jangan sampai mengorbankan kesehatan sendiri demi mensupport teman. Secara rinci coba lakukan beberapa hal berikut ini.
Dengarkan Teman Tanpa Menghakimi
Saat teman Anda curhat, yang dibutuhkan sebenarnya adalah pendengar yang baik. Anda mesti bisa menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Hanya dengan mendengarkannya saja mungkin sudah cukup membantu bagi mereka. Sebab seringkali mereka hanya perlu didengar, tanpa diberi solusi atau saran. Anda tak perlu memaksa mereka untuk bercerita secara detail, biarkan mereka bercerita sesuai yang mereka kehendaki saja.
Mendampinginya
Anda harus bisa mendampingi dan menemani mereka dengan mengajak jalan-jalan, makan di luar, atau bantu mereka menyelesaikan tugas. Pendampingan ini akan sangat berguna bagi mereka untuk mengangkat kembali motivasi diri. Sebab jika mereka tidak didampingi bisa jadi melakukan hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, Anda juga bisa menawarkan diri untuk menemani mereka menemui psikolog. Agar mereka segera terbantu dengan seseorang yang memang ahli menangani masalah kejiwaan. Namun, jika mereka tidak berkehendak biar saja, sembari Anda terus mendampinginya secara konsisten.
Keep in Touch
Jangan lupa untuk sering menanyakan kabar dan menyemangati teman Anda yang sedang berjuang itu. Keep in touch, artinya terus peduli pada kondisinya, sebab kesehatan mental kadang berdampak pada kesehatan fisik. Agar itu tidak terjadi, Anda mesti terus mengkawalnya hingga mereka benar-benar pulih dari mental illness.
Intinya, Anda sebagai orang yang mendampingi harus tetap tenang. Sebab mereka adalah teman yang sedang bermasalah dari segi kejiwaan, dan akan segera pulih. [dan/esd]






