Jember (beritajatim.com) – Rute penerbangan Jember-Jakarta dan Jakarta-Jember dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi rute penerbangan komersial.
“Kami sudah survei. Potensi terbesar kita adalah rute Jember-Jakarta. Tapi kita tidak bisa memakai pesawat kecil. Kalau pesawat kecil, kita harus ke Yogyakarta dulu. Potensi berikutnya adalah rute Jember-Denpasar,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jember, Agus Wijaya, ditulis Selasa (14/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dishub-jember”]
Eko Rohmat Ferdiansyah, Direktur PT Amaya Alam Semesta yang menyelenggarakan penerbangan rute Jember-Surabaya dan Surabaya-Jember, membenarkan hal tersebut. “Kami bisa pastikan potensi Jember ini tidak kalah dengan Banyuwangi secara pasar. Tergantung mengolahnya seperti apa ke depannya. Posisi penerbangan Jember-Surabaya sangat potensial untuk digarap. Tapi yang lebih potensial lagi sebenarnya Jember-Jakarta dan Jakarta-Jember,” katanya.
Namun ada kendala yang menghadang. “Rute Jember-Surabaya dan Surabaya-Jakarta harus dengan tipe pesawat tertentu. Tapi ternyata (panjang) landasan pacu Bandara Notohadinegoro ini tidak bisa memfasilitasi. Pemerintah Kabupaten Jember tidak bisa mengembangkan Bandara Notohadinegoro, termasuk untuk memperpanjang landasan pacu,” kata Eko.
Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono mengatakan, perlu ada pertemuan antara pemkab dengan PT Perkebunan Nusantara 12 selaku pemegang hak guna usaha lahan bandara. “Jangan hanya ketmu, tapi clear terjadi KSO (Kerja Sama Operasional), karena itu mengganggu sekali terhadap persoalan anggaran,” katanya. [wir/kun]






