Jember (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa memperkirakan siswa-siswi di Jawa Timur yang memiliki capaian prestasi akademis terbaik pada 2020-2023 kelak akan menduduki posisi-posisi strategis di Indonesia pada 2045.
“Pada 17 Agustus 2023 pagi, kalau teman-teman melihat IG saya, ada (ilustrasi) telur emas yang pecah dan kemudian muncul garuda emas yang terbang di angkasa,” kata Khofifah, usai acara pembinaan sumber daya manusia aparatur yang diselenggarakan Badan Koordinator Wilayah V, di Gedung Auditorium Universitas Jember, Kabupaten Jember, Sabtu (19/8/2023) petang.
Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki jumlah terbanyak siswa-siswi yang diterima di perguruan tinggi negeri. “Mereka harus menjadi garuda emas, terbang tinggi menjemput Indonesia Emas 2045. Maka pada 2045 berbagai pos strategis di negeri ini, bukan hanya di Jawa Timur, insyaallah akan banyak diduduki mereka yang pernah dididik di Jawa Timur. Jadi bukan hanya anak-anak Jawa Timur,” katanya.
Tak hanya itu. Menurut Khofifah, Jatim menjadi juara umum dalam Olimpiade Sains Nasional pada 2020-2022. “Mudah-mudahan pada 2023 ini kita mempertahankan juara umum Olimpiade Sains Nasional,” katanya.
“Juara umum Olimpiade Penelitian Nasional juga kita bawa ke Jawa Timur. Artinya kita betul-betul menyiapkan generasi emas lewat sektor pendidikan. Salah satu yang harus kita dorong adalah penguatan sumber daya manusia,” kata Khofifah.
Di sektor kepegawaian, Pemprov Jatim juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia aparatur negara. “Capaian-capaian strategis yang bisa kita raih harus terkonfirmasi kepada mereka bagaimana kita menjaganya,” kata Khofifah.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur berhasil menjadi BPSDM terbaik di Indonesia pada 2021-2023. “Kami mendapat porsi lebih dari LAN (Lembaga Administrasi Negara) karena kami terbaik,” kata Khofifah.
ASN Jawa Timur mendapat jatah kuota Pendidikan dan Pelatuhan Kepemimpinan 2 (Diklat Pim 2) lebih banyak dibanding provinsi lain, pelatihan kepemimpinan administrator, dan pelatihan administrator pengawasan. “Saya meminta kurikulum tambahan kepada LAN, bahwa kami akan melakukan studi banding ke Singapura dan Malaysia,” kata Khofifah.
Studi banding ini untuk meningkatkan indeks kompetitif global dan indeks inovasi global. “Singapura itu jauh di atas negara-negara di dunia. Bahkan di ASEAN selalu nomor satu. Begitu juga Malaysia. Kita harus selalu meningkatkan Global Competitiveness Index dan Global Innovation Index Jawa Timur,” kata Khofifah.
“BPSDM menjadi frontliners (berada di garis depan) untuk bisa menggarap peningkatan kualitas SDM aparatur sipil negara. Itu peserta dari pusat juga ke BPSDM Jawa Timur dan dari berbagai provinsi juga ke BPSDM Jawa Timur. Jadi kami sudah mendedikasikan diri untuk penguatan ASN seluruh Indonesia, bukan hanya di Jatim,” kata Khofifah. [wir]






