Blitar (beritajatim.com) – Ratusan warga dari 4 kecamatan menggelar unjuk rasa atau demo di area tambang pasir Kali Putih, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Massa meminta agar tambang pasir yang beroperasi aliran sungai lahar Gunung Kelud tersebut tutup.
Demo ini merupakan bentuk kekesalan warga atas aktivitas tambang pasir di Kali Putih tersebut. Menurut warga, sejak tambang pasir itu beroperasi, sumber air dan irigasi yang mengalir ke sawah petani menjadi terganggu.
Akibatnya tanaman petani pun tidak bisa maksimal. Bahkan tidak jarang tanaman petani rusak akibat air sungai yang telah tercampur dengan berbagai material tambang.
“Kami minta agar tambang ini tutup sekarang juga, pokoknya alat berat harus pergi dari sini sekarang,” ungkap Arinal, petani.
Keberadaan tambang pasir di Kali Putih ini pun membuat warga resah. Pasalnya sejak adanya tambang pasir, sumber air warga dan irigasi ke pertanian menjadi terganggu.
Para petani pun sudah muak dan enggan untuk diajak berkomunikasi. Mereka hanya memiliki satu tuntutan yakni tambang pasir itu ditutup dan seluruh alat berat pergi dari aliran lahar Gunung Kelud.
“Karena adanya penggalian ini sangat merugikan petani khususnya pengairan baik jumlah debit air juga sedimen-sedimennya juga masalah zat-zat yang ditimbulkan dari penggalian ini juga sangat merugikan petani,” ungkap Muji.
Ratusan warga yang demo tambang pasir ini berasal dari 4 kecamatan yakni Gandusari, Garum, Talun hingga Kanigoro. Warga pun mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika tambang pasir di Kali Putih tetap beroperasi.
Para petani pun meminta agar mulai hari ini tambang pasir tersebut tutup. Pihak pengelola tambang pun diminta untuk meninggal lokasi tambang.
“Kalau tidak ditanggapi ya kami akan tetap berjuang,” tandasnya. [owi/beq]







13 Komentar
BETUL BGT SURUH TUTOP AJA ITU TAMBANG2 PASIR KARENA MERUSAK LINGKUNGAN DAN MERUGIKAN RAKYAT. HANYA SEGELINTIR ORANG AJA YG NIKMATIN HASILNYA. TUTOP YA TUTOP HARUS GK ADA PENGECUALIAN
Dg di tutup tambang mematikan pencaharian ribuan orang
Bekingan kuat bayar bayar bayar
Ya Allah d bicarakan baik2 npa,,soalnya kita juga butuh pasir buat bangunan ..kalau d ttup pembangunan akan lebih mahal,karena susah cari pasir
cari pasirnya manual saja seperti kayak dulu,bego gak boleh masuk
Pada demo tambang harus di tutup. Giliran sudah di tutup demo lagi ke polres minta tambang dibuka. Karena warga kehilangan pekerjaan.
Sepakat untuk menutup tambang yg tidak taat aturan. Apalagi yg berdampak pada kelestarian alam sekitar. Yg untung hanya orang2.tertentu yg rugi ribuan mayarakat dan alam akan rusak..
Sepakat untuk menutup tambang yg tidak taat aturan. Apalagi yg berdampak pada kelestarian alam sekitar. Yg untung hanya orang2.tertentu yg rugi ribuan mayarakat dan alam akan rusak..
Dicari jalan tengahnya, bagaimana petani n masy.pengguna air dan pekerja material bisa jalan sama sama dan ada saling pengertian.
Lek di tutup yo malih gak enek setoran no
Dicari jalan tengahnya, bagaimana petani n masy.pengguna air dan pekerja material bisa jalan sama sama dan ada saling pengertian.
Di telusuri sepertinya peserta demo diduga tidak murni alias peserta bayaran yg disuruh oleh seseorang yg notabene jg pengelelola tambang tsb, akibat tdk jujur akhirnya pengelola tambang diserahkan kepada orang lain. Buntut kekecewaan tsb kudian mbayar orang untuk demo.
Tidak ada jalan tengah. Memang semestinya tambang dengan alat” berat harus d tutup, kalo yg manual silahkan. Yg demo juga murni para petani. Saya juga hadir.saya juga petani.