Blitar (beritajatim.com) – Usai gelaran Blitar Djadoel 2025, Aloon-Aloon Kota Blitar ditutup sementara. Hal ini dilakukan karena kondisi rumput di Alun-alun Kota Blitar rusak dan memerlukan perawatan.
Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati menjelaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara, khususnya di area rumput Aloon-Aloon bagian barat dan timur. DLH saat ini fokus melakukan penyiraman intensif dan pemupukan untuk memulihkan kondisi rumput yang mengalami kerusakan akibat padatnya aktivitas selama bazar berlangsung.
“Penutupan ini dilakukan sampai kondisi rumput kembali membaik seperti sedia kala. Tim kami akan melakukan pemantauan setiap pagi dan sore untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” jelas Jajuk, Jumat (28/6/2025).
Jajuk menambahkan, pemeliharaan ini tidak hanya dilakukan di Aloon-Aloon, tetapi juga di seluruh taman dan ruang terbuka hijau (RTH) yang tersebar di berbagai titik di Kota Blitar. Perawatan ini meliputi penyiraman, pemangkasan, pemupukan, hingga penggantian tanaman yang rusak atau mati.
“Ini bagian dari komitmen kami menjaga keasrian taman kota. Aloon-Aloon adalah wajah kota, jadi harus dijaga betul agar tetap indah dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Jajuk mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di area rumput Aloon-Aloon hingga perawatan selesai. Hal itu penting diperhatikan, untuk mendukung percepatan pemulihan vegetasi dan menjaga kualitas taman kota sebagai ruang publik yang asri. [owi/beq]






