Lamongan (beritajatim.com) – Musim kemarau dan cuaca yang sangat panas saat ini menimbulkan potensi terjadinya kebakaran di beberapa tempat, tak terkecuali di Kabupaten Lamongan. Sehubungan dengan hal itu, kewaspadaan menjadi suatu hal yang penting untuk mengantisipasi insiden kebakaran, sebab rawannya kebakaran belum berhenti hingga kini.
Siang ini, Sabtu (21/8/2021), kebakaran terjadi lagi di kawasan perumahan Graha Indah Paciran, tepatnya di RT 02 RW 03 Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, si jago merah telah melahap rumpun bambu di kawasan tersebut.
Kebakaran yang terjadi itu sekitar pukul 13.15 WIB. Meski tidak memakan korban jiwa, tapi pohon bambu milik Bukhori (30), pada lahan seluas 50 x 80 m2 itu ludes terbakar. Tentu kebakaran kali ini menambah deretan panjang kebakaran.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
“Dugaan sementara penyebab dari kebakaran di rumpun bambu ini karena puntung rokok yang dibuang sembarangan,” ujar Kabid pemadam kebakaran Satpol PP Lamongan, Amri kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).
Lebih lanjut, Amri menambahkan, bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 13.25 WIB, lalu secara cepat menerjunkan petugas dan armada pemadam kebakaran ke titik lokasi kebakaran.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.36 WIB. Dan api berhasil dijinakkan pada pukul 14.20 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” terangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun mulai tanggal 1 sampai 21 Agustus 2021 ini, Amri mengatakan, bahwa sudah terjadi 8 kali kasus kebakaran di Lamongan. “Bulan Agustus ini sudah 8 kali terjadi kebakaran, termasuk dengan kejadian ini,” tandasnya.
Oleh karena itu, Amri menghimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati teradap api. Sekecil apapun api yang muncul, di musim kemarau saat ini sangat rawan dan berbahaya sekali.
“Suhu di Lamongan saat ini tergolong cukup panas, apalagi ini masuk musim kemarau. Untuk itu, kami harap masyarakat lebih berhati-hati jika ada percikan api, baik dari gas elpiji, saat membakar sampah, maupun saat membuat putung rokok,” imbau Amri.
Terakhir, Amri menambahkan, bahwa masyarakat juga harus waspada dengan material yang mudah sekali terbakar. “Hati-hati saat menaruh material yang mudah terbakar. Jangan sampai meletakkannya di tempat yang salah,” pungkasnya.[riq/kun]






