Ngawi (beritajatim.com) – Musibah menimpa Suwarno (43), warga kurang mampu di Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Rumah sederhana miliknya roboh setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (21/6/2025) sore. Kejadian ini memperparah kondisi hidup keluarga Suwarno, yang kini harus mengungsi ke rumah saudara karena tempat tinggal mereka tak lagi aman.
Suwarno dulunya bekerja sebagai sopir dan menjadi tulang punggung keluarga. Namun sejak empat tahun terakhir, ia tidak lagi bisa bekerja karena menderita sakit diabetes yang mengharuskannya duduk di kursi roda. Sang istri kini hanya bisa fokus mengurus rumah tangga dan merawat Suwarno. Sementara dua anak mereka yang masih berusia 17 dan 9 tahun, masih duduk di bangku sekolah.
Rumah yang ditinggali keluarga ini tergolong tidak layak, dengan konstruksi lapuk dan seadanya. Ketika hujan deras mengguyur wilayah Paron, bagian belakang rumah ambruk. Sedangkan bangunan utama rumah juga dilaporkan dalam kondisi nyaris roboh.
Kepala Desa Teguhan, warga sekitar, relawan, serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi segera melakukan kerja bakti pada Minggu pagi (22/6) untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi perhatian pihaknya karena menimpa keluarga miskin yang sangat rentan. “Kami tadi melaksanakan kerja bakti bersama warga dan petugas gabungan. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dari peristiwa ini,” ujarnya.
Kini, keluarga Suwarno tinggal sementara di rumah kerabat terdekat. [fiq/aje]






