Ponorogo (beritajatim.com) — Dua wisatawan mengalami luka serius akibat tertimpa material longsor di jalur lingkar wisata Telaga Ngebel, Ponorogo, Sabtu sore (22/6/2025). Insiden tersebut terjadi saat kawasan wisata alam itu diguyur hujan ringan.
Korban adalah Sundari (47) dan putranya, Naufal Riska Pratama (15), warga Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Keduanya tertimpa batu besar saat melintas menggunakan sepeda motor di jalur lingkar Telaga Ngebel. Mereka mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki.
“Korban tidak sempat menghindar saat batu runtuh,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, Minggu (22/6/2025).
Peristiwa ini sontak menghebohkan warga dan wisatawan lain yang tengah berada di sekitar lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tubuh korban sempat terjebak di bawah reruntuhan batu besar. Motor yang mereka kendarai juga terlihat rusak parah akibat tertimpa longsoran.
“Tim setelah mendapatkan laporan langsung menuju lokasi. Tim bersama warga mengevakuasi korban, dan mereka langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Hadi.
Hingga Minggu pagi, material longsor berupa batu-batu besar masih menutup sebagian badan jalan. Akses kendaraan di jalur tersebut terganggu, membuat aktivitas wisata di sekitar Telaga Ngebel menjadi terbatas.
BPBD Ponorogo telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menurunkan alat berat guna membersihkan jalur. “Material cukup besar, perlu alat berat untuk evakuasi batu dari jalan. Kami koordinasi dengan Dinas PU agar segera ditangani,” imbuh Hadi.
Kawasan Telaga Ngebel memang berada di lereng pegunungan yang memiliki kontur tanah rawan longsor, terlebih saat musim hujan. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, BPBD mengimbau wisatawan untuk lebih berhati-hati saat mengunjungi area perbukitan. “Kami ingatkan wisatawan tetap berhati-hati, terutama saat hujan turun,” pungkas Hadi. [end/suf]






