Magetan (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejak siang hingga malam hari pada Jumat (9/5/2025) mengakibatkan sebuah rumah warga di Desa Terung, Kecamatan Panekan, roboh rata dengan tanah. Rumah milik Sudarminto (42) itu ambruk sekitar pukul 19.45 WIB saat ia, istri, dan tiga anaknya sedang beristirahat.
Diduga, struktur rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu sudah rapuh dimakan usia. Kayu lapuk tersebut tak mampu menahan intensitas hujan yang tinggi selama berjam-jam. Dalam hitungan detik, seluruh bangunan runtuh dan menimbun seluruh harta benda di dalamnya.
“Hujan sejak siang hingga malam hari. Diduga rumah sudah lapuk. Beruntung tidak ada korban jiwa, seluruh penghuninya lari keluar rumah saat kejadian,” ujar Sartono, Ketua RT setempat.
Sudarminto dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara kayu yang retak dari bagian atap rumah. Mereka segera berlari menuju rumah orang tua yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Semua barang-barang di dalamnya tertimbun material. Beruntung kita berhasil menyelamatkan diri, lari keluar rumah saat mendengar suara retakan,” tutur Asromi (43), istri Sudarminto.
Kapolsek Panekan, AKP Haryono, turut mengonfirmasi bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu pemicu runtuhnya rumah tersebut. “Memang hujan begitu deras dari siang hingga malam hari. Rumah yang diduga sudah lapuk roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat kini terus melakukan pembersihan puing-puing material rumah yang roboh. Sementara itu, keluarga Sudarminto harus mengungsi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Magetan (Disperkim). “Untuk rumah roboh ini akan kami koordinasikan dulu dengan Disperkim, karena di BPBD ada bantuan stimulan dari Rehab dan Rekon ya, tapi tetap kami komunikasikan dulu dengan Disperkim untuk nanti bisa dapat anggaran perbaikan dari sumber yang mana,” kata Eka.
Eka mengatakan, Sudarminto dan keluarganya bukan pemilik rumah tersebut. Mereka hanya diminta sang pemilik rumah untuk tinggal di rumah tersebut. “Bukan pemilik rumah,” pungkas Eka. [fiq/beq]






