Jombang (beritajatim.com) – Rumah milik Sugiono (36), warga Dusun Plosorejo Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang berantakan akibat tersambar petir. Genting rumah tersebut rontok. Kaca pecah. Dindin bagian depan jebol. Saklar listrik gosong. Bahkan pealatan eletronik seperti kulkas juga hangus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Sambaran petir itu datang pada Rabu (22/3/2023) sekitar pukul 4.00 WIB. Semuanya berawal hujan deras disertai angin yang melanda dusun tersebut. Curah hujan yang tinggi itu durasinya juga cukup lama. Dalam kegelapan terlihat kilat menyambar-nyambar. Bentuknya seperti akar pohon yang panjang.
BACA JUGA:
Rumah di Ponorogo Tersambar Petir, 4 Orang Selamat, Rumah Rusak
Nah, sejurus kemudian terdengar duuaarr. Bunyi ledakan itu cukup mengangetkan. Keras dan terdengar hingga radius dua kilometer. Saat itulah listrik korslet. Genting berhamburan dari atap. “Suaranya sangat keras. Duarrr. Setelah itu kami baru tahu kalaun ada rumah yang disambar petir. Warga langsung ke sini,” kata Wahid (55), tetangga korban.
Pemilik rumah, Sugiono mengatakan, awalnya dirinya tidur di kamar belakang bersama sang anak. Sedangkan istrinya, Nanik (37), tidur di kamar depan. Memasuki dini hari hujan turun sangat deras disertai angin. Sugiono langsung terbangun ketika mendengar ledakan cukup keras.

Dia bergegas melihat situasi. Alangkah kagetnya Sugiono, karena rumahnya berantakan. Genting jatuh berhamburan. Kaca jendela pecah. Bahkan tembok rumah bagian depan juga jebol. “Petir menyambar kabel listrik, kemudian terdengar ledakan. Rumah bagian dalam basah semua. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” pungkas Sugiono. [suf]






