Magetan (beritajatim.com)– Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan penataan ulang sejumlah ruang kerja di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) yang dinilai sudah tidak memadai.
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan sebagian gedung kantor memang telah direhabilitasi tahun lalu, terutama pada bagian depan dan beberapa ruang utama.
Namun, masih ada sejumlah ruangan yang kondisinya sempit dan belum tertata optimal.
“Bagian depan sudah kita rehab tahun lalu. Tapi untuk beberapa ruang di lingkungan Sekda, seperti Bagian UKPBJ, Bagian Hukum, dan lainnya, masih perlu dibenahi. Ruangannya sempit dan penataan arsipnya masih belum layak,” ujar Muhtar.
Ia mencontohkan, sejumlah arsip milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) masih ditempatkan di lorong-lorong karena keterbatasan ruang. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan tidak memenuhi standar tata kelola perkantoran.
“Masih ada arsip yang ditaruh di lorong. Pegawainya juga berjubel. Itu tentu tidak layak dan perlu segera kita tata ulang,” tegasnya.
Dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) LKPP, proyek rehabilitasi dan perawatan Kantor Setda Kabupaten Magetan ini dianggarkan Rp2,1 miliar.
Menurut Muhtar, ruang-ruang yang kapasitasnya tidak lagi mencukupi akan menjadi prioritas pembenahan. Sementara untuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), perbaikan telah dilakukan pada tahun sebelumnya sehingga kini dinilai lebih tertata.
Selain penataan ruang kerja, PUPR juga melakukan sejumlah perbaikan teknis, termasuk mengatasi titik-titik kebocoran serta memperbaiki tata letak fasilitas pendukung. Tahun lalu, ruang pertemuan seperti Ruang Rapat Ki Mageti turut ditata ulang, termasuk mempercantik tampilan depan gedung kantor.
Perubahan juga dilakukan pada akses ruang rapat dan kamar mandi guna mendukung kenyamanan kegiatan kedinasan. Penataan ulang akses tersebut dimaksudkan agar peserta rapat yang datang terlambat tidak mengganggu jalannya rapat maupun posisi pimpinan sidang.
“Sekarang aksesnya lebih tertata. Peserta rapat bisa langsung masuk tanpa mengganggu pimpinan. Ke kamar mandi juga bisa keluar masuk tanpa mengganggu jalannya rapat,” jelas Muhtar.
Ke depan, PUPR Magetan akan melanjutkan pembenahan di lingkungan Setda secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan anggaran, sehingga seluruh ruang kerja dapat lebih representatif, tertib, dan mendukung kinerja perangkat daerah.[fiq/ted]






